Jakarta (pilar.id) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun tiga masjid darurat di wilayah Gaza, Palestina, sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat akan sarana ibadah di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.
Pembangunan masjid darurat tersebut tersebar di beberapa titik strategis, yakni di kawasan Asdaa Region Northwest Khan Younis, Abu Ali Eyad Street, serta Deir Al-Balah. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu warga tetap menjalankan ibadah meski dalam kondisi serba terbatas.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang kehilangan akses terhadap tempat ibadah akibat kerusakan infrastruktur selama konflik.
Ia menyebut, ketiga masjid darurat tersebut telah rampung dan mulai digunakan oleh warga, termasuk saat momentum Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Setiap bangunan memiliki luas sekitar 180 meter persegi dengan kapasitas hingga 100 jemaah.
Menurut Subhan, banyak fasilitas umum di Gaza yang tidak lagi dapat difungsikan, termasuk masjid, sehingga aktivitas keagamaan masyarakat menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, penyediaan masjid darurat dinilai menjadi solusi penting untuk menjaga keberlangsungan ibadah sekaligus memperkuat ketahanan sosial warga.
Lebih dari sekadar sarana ibadah, pembangunan masjid ini juga dimaknai sebagai bentuk solidaritas masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina. Program tersebut membawa pesan kebersamaan dan dukungan moral di tengah situasi konflik yang belum mereda.
BAZNAS juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak terlepas dari kontribusi para muzaki yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga tersebut. Dukungan tersebut memungkinkan berbagai program kemanusiaan terus berjalan di wilayah terdampak.
Selain pembangunan masjid darurat, selama Ramadan 2026 BAZNAS turut menyalurkan berbagai bantuan lain bagi warga Gaza. Bantuan tersebut mencakup paket makanan, makanan siap saji, layanan kesehatan, penyediaan air bersih, pakaian, tenda hunian, selimut, hingga fasilitas pendidikan darurat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS dalam mendukung masyarakat Palestina, sekaligus memperluas peran zakat dalam menjawab krisis kemanusiaan global. Di tengah keterbatasan yang dihadapi warga Gaza, kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi keberlangsungan hidup dan aktivitas sosial masyarakat. (usm)









