Purwokerto (pilar.id) – Perum Bulog Cabang Banyumas, Jawa Tengah merealisasikan pengadaan gabah program cadangan beras pemerintah (CBP), Rabu (2/11/2022). Hingga awal November 2022, realisasi CBR mencapai 60,99 persen atau sekitar 17.474 ton dari target total 28.650 ton.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyumas, Rasiwan mengatakan tahun 2022 pihaknya ditarget melakukan pengadaan gabah untuk CBP sebesar 28.650 ton. Rasiwan menyebut, dengan waktu yang tersisa dua bulan hingga akhir 2022, target pengadaan gabah CBP tersebut akan sulit tercapai.
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan sulit memenuhi target, yaitu saat ini masa panen sudah habis atau telah memasuki musim tanam pertama 2022-2023 atau Oktober-Maret. Kalaupun masih ada yang panen, hanya spot-spot dan sangat sedikit,” jelas Rasiwan.
Selain itu, kendala yang paling dominan ialah faktor cuaca yang tidak menentu dan berpengaruh pada proses pengeringan serta berdampak pada pemenuhan standar gabah yang telah ditentukan. Sehingga, pasokan gabah untuk program CBP tidak ada yang masuk ke gudang Bulog Banyumas.
“Saat ini, kami hanya melakukan pembelian menggunakan skema komersial, yakni dengan membeli gabah atau beras sesuai harga pasar untuk langsung dijual ke pasaran,” terangnya.
Selain itu juga, stok gabah di petani sangat terbatas dan harga di pasaran sudah melambung, sehingga harga pembelian pemerintah (HPP) tidak bisa masuk. Rasiwan mengaku, pihaknya membeli gabah mengacu pada HPP yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah atau Beras.
“Total saat ini di seluruh gudang Bulog Banyumas, masih ada 15.347 ton. Stok ini masih sangat cukup untuk kebutuhan sampai akhir tahun 2022,” pungkasnya. (riz/hdl)









