London (pilar.id) – Federasi Sepak Bola Inggris (FA) resmi menjatuhkan 74 dakwaan pelanggaran aturan kepada Chelsea FC atas aktivitas yang berlangsung selama kepemilikan Roman Abramovich.
Dugaan pelanggaran ini mencakup regulasi agen, kerja sama dengan perantara, serta investasi pihak ketiga dalam perekrutan pemain.
Dalam pernyataannya, FA menjelaskan bahwa tuduhan tersebut meliputi periode panjang antara 2009 hingga 2022, dengan fokus utama pada musim 2010/11 hingga 2015/16. Chelsea diberi waktu hingga 19 September 2025 untuk memberikan tanggapan resmi.
Masa Kejayaan Chelsea di Era Abramovich
Roman Abramovich mengambil alih Chelsea pada 2003 dan langsung mengubah wajah klub London Barat itu menjadi kekuatan raksasa di Eropa. Sebelum kedatangannya, The Blues hanya pernah meraih satu gelar liga pada 1955.
Berbekal investasi besar dan sentuhan manajer Jose Mourinho, Chelsea menjuarai Premier League pada 2005 dan 2006. Secara keseluruhan, era Abramovich menghasilkan:
- 5 gelar Premier League
- 5 trofi FA Cup
- 3 gelar League Cup
- 2 gelar Liga Champions
- 2 gelar Liga Europa
Namun, periode penuh kejayaan itu kini tengah berada dalam sorotan tajam terkait dugaan pelanggaran regulasi.
Respons Chelsea
Dalam pernyataan resmi, Chelsea menegaskan bahwa temuan ini sebagian besar merupakan hasil dari laporan internal klub setelah proses akuisisi oleh konsorsium Todd Boehly dan Clearlake Capital pada 2022.
“Klub senang mengonfirmasi bahwa keterlibatan kami dengan FA terkait hal-hal yang dilaporkan sendiri kini mendekati kesimpulan. Begitu proses akuisisi selesai, klub langsung melaporkan potensi pelanggaran ini kepada regulator terkait, termasuk FA,” tulis pernyataan Chelsea.
Manajemen baru juga menegaskan pihaknya telah menunjukkan transparansi penuh dengan memberikan akses menyeluruh terhadap arsip klub. “Kami berterima kasih kepada FA atas kerja sama mereka dalam kasus kompleks ini, yang mayoritas berkaitan dengan peristiwa lebih dari satu dekade lalu,” tambah pihak klub.
Abramovich dan Dampak Sanksi
Abramovich menjual Chelsea pada Mei 2022 setelah pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi akibat kedekatannya dengan Kremlin di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Penjualan tersebut mengakhiri hampir dua dekade era keemasan Chelsea di bawah kepemilikannya.
Kini, kasus dakwaan FA menjadi ujian serius bagi manajemen baru The Blues yang sedang berupaya menata kembali stabilitas finansial dan reputasi klub. (wid/hdl)










