Balikpapan (pilar.id) – Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan Pengdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo bersama Muspida Kota menyambut kedatangan kapal Sandeq.
Penyambutan tersebut sekaligus membuka festival Sandeq yang direncanakan berlangsung hingga 10 September di pantai Manggar Segara Sari, Balikpapan.
Kegiatan ini bagian dari rangkaian Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang akan digelar puncaknya di Stadion Batakan, pada 9 September.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyatakan Festival Sandeq di Kota Balikpapan menjadi bagian dari promosi pariwisata bahari. Sekaligus menggaung pembangunan IKN yang kini Kota Balikpapan telah menjadi daerah penyangga.
“Mempromosikan Pariwisata Bahari yang juga merupakan latarbelakang dari nenek moyang kita, Kita ingin mengenalkan, mewariskan generasi-genarasi muda kita bagaimana kita mencintai laut,” tandasnya.
Lanjutnya sebenarnya telah mengagendakan menggelar festival Sandeq atau perahu layar sejak 2020 lalu. Namun tertunda karena pendemi covid.
“Sebenarnya agenda ini sudah dua tahun kita agendakan, tapi karena COVID-19 (tertunda) alhamdulilah di masaa Bapak Akmal (Malik) Penjabat Gubernur Sulawesi Barat bisa dilaksanakan,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat sambutannya.
Rahmad menceritakan awalnya, perahu sandeq berlayar dari Sulbar menuju Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun justru menyeberang ke Kalimantan, Kota Balikpapan.
“Ini menyeberang ke Kota Balikpapan, tadinya dari Sulawesi Barat finisnya di Sulawesi Selatan. Ini lah komitmen beliau ingin mewariskan kepada kita,” ujarnya.
Kata dia, butuh keberanian untuk berlayar ke Kota Balikpapan dengan menggunakan perahu layar. Karena bertaruhnya, harus mengarungi Selat Makassar.
“Kalau kita tidak memiliki nyali yang besar tidak akan mungkin kita mampu menyeberangi Selat Makassar artinya mengandung satu filiosopi yang besar. Filosopi yang kita manfaatkan, yaitu karakter bangsa kita. Kita ini adalah pejuang, petarung, tidak akan mundur sebelum layar itu sampai ke kota tujuan.” ujarnya.
Dalam Festival Sandeq ini, juga dilakukan penyambutan oleh puluhan kapal nelayan dan penyambutan secara seremoni dengan budaya Mandar. Kapal Sandeq tersebut tiba sekitar pukul 10. 00 wita namun penyambutan dilakukan pada sore hari.
Pj Gubernur dan enam bupati se Sulbar menaiki kapal dari Tritip menuju lokasi penyambutan di pantai Manggar.
Sebelum turun ke kapal, dilakukan pula prosesi penarikan kapal ke pesisir pantai kapal sandeq. Rombongan PJ Gubernur juga disambut oleh penjemput menggunakan kursi tandu dan keranjang yang membawa hasil bumi Sulawesi Barat.
Prosesi penyambutan adat Sulbar dikenal dengan nama “Mapa’rotong Tinja “ atau menunaikan janji/nazar. Dalam pelayaran Sulbar-Kalimantan ini mereka menunaikan nazar pelaut nenek moyang dahulu jika melaut dari Sulbar hingga ke Kalimantan akan membawa hasil bumi seperti gula aren, sayur mayur dan hasil bumi lainnya.
Muhammad Idham Panitia Festival Sandeq Balikpapan menyampaikan peserta juga membawa air suci Mandar dari sumur di masjid Imam Lapeo. ”Itu ditempatkan keranjang tandu dan diserahkan kepada pejabat di Balikpapan,” kata Muhammad Idham Panitia Sandeq Balikpapan.
Perjalanan kapal sandeq menyeberangi selat Makassar ini berlayar sejak 31 Agustus dan tiba di Balikpapan pada Rabu pagi pukul 10.00 WITA.
Selama perjalan, mendapatkan pengawalan dari KRI Nuku. Dan selama di Balikpapan dikawal KRI Rengat dan tim Raider. (amr/din)

