Surabaya (pilar.id) – Hakim memainkan peran vital dalam persidangan, tidak hanya dalam mengesahkan putusan tetapi juga sebagai garda depan dalam mewujudkan keadilan. Prof. (HCUA) Dr. H. Sunarto, SH, MH, Guru Besar Kehormatan Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR), menekankan bahwa hakim adalah penjaga keadilan.
Prof. Sunarto menyatakan bahwa hakim bukan sekadar sosok penentu kepatuhan terhadap undang-undang. “Hakim lebih dari itu, hakim adalah penjaga keadilan,” ujarnya. Menurutnya, menjadi seorang hakim bukanlah tugas yang mudah. Hakim harus memiliki pemahaman mendalam terkait nilai-nilai keadilan, yang tidak hanya berasal dari buku-buku hukum tetapi juga dari hati nurani.
“Hukum tanpa adanya keadilan hanyalah seperangkat aturan kering tanpa ruh di dalamnya,” tuturnya. Hakim, katanya, harus mampu melihat di luar batas formalitas hukum dan mempertimbangkan dampak sosial, budaya, dan kemanusiaan dalam pengambilan keputusan.
Prof. Sunarto, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial, menekankan pentingnya hakim menjadi pembelajar sepanjang hayat. “Keadilan tidak mungkin terwujud jika hakim hanya terpaku pada pengetahuan hukum semata. Hakim harus terus mengasah pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu,” tambahnya.
Menurut Prof. Sunarto, tegaknya keadilan adalah kunci kemajuan sebuah negara. “Kepuasan masyarakat terhadap sistem peradilan yang adil dan transparan akan menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keadilan akan sulit terwujud jika hakim hanya menjadi mesin yang memproses hukum. Hakim harus bisa merasakan denyut keadilan dalam setiap bagian jiwanya. Integritas seorang hakim sangat penting, bukan hanya dalam hal tidak menerima suap atau tidak terlibat korupsi, tetapi juga dalam konsistensi menjalankan prinsip keadilan meskipun dalam kondisi sulit.
Prof. Sunarto mengajak para hakim untuk membuka pandangan terhadap keadilan secara menyeluruh. Ia percaya bahwa kebenaran bisa ditegakkan dengan memegang teguh nilai kemanusiaan dan keadilan. “Hakim adalah cerminan rasa keadilan yang sejati. Masyarakat dapat mempercayai bahwa kebenaran akan selalu muncul dan keadilan selalu bisa ditegakkan,” ujarnya.
Pengukuhan Guru Besar Kehormatan FH UNAIR ini berlangsung pada Senin (10/6/2024) di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C UNAIR. Acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintahan, termasuk Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, SH, MSi, PhD; Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, SH, MH; dan Dr. (HCUA) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, MSi, serta tamu undangan lainnya. (usm/ted)










