Jakarta (pilar.id) – Di tengah pandemi Covid-19 yang kini memasuki gelombang ketiga, film Pelangi Tanpa Warna yang dibintangi oleh Rano Karno dan Maudy Koesnady dikabarkan tetap tayang di bioskop pada 17 Februari 2022 mendatang.
Lonjakan kasus Covid-19 membuat wilayah Jawa dan Bali kembali berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Sedangkan dua film Indonesia lain yang juga tayang di bulan Februari seperti KKN di Desa Penari dan Ashiap Man sudah menunda penayangan.
Kata Indra Gunawan, sutradara Pelangi Tanpa Warna, setiap film memiliki cara tersendiri untuk bertemu dengan penontonnya. Akan tetapi, Indra yakin tayang sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan adalah yang terbaik.
“Ada teman yang menunda penayangannya, produser memang sempat minta pertimbangan. Kami tetap tayang di 17 Februari,” tegas Indra, Sabtu (12/2/2022).
Ia percaya, bioskop di Indonesia telah menetapkan protokol keselamatan dan kesehatan secara aman dan ketat sehingga penonton dapat dengan tenang menikmati filmnya. “Saya yakin bioskop akan tetap aman dari penularan Covid-19 selama para penonton mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” katanya.
Sementara itu, Rano Karno mengatakan saat ini perfilman Indonesia sudah mulai menggeliat. Hal ini dibuktikan dengan adanya film yang mencapai angka 1,7 juta penonton meski masih dalam kondisi pandemi.
Dengan gambaran ini ia optimistis, Pelangi Tanpa Warna bisa mendatangkan jumlah penonton bagus, apalagi dengan film dan cerita yang berkualitas.
“Saya melihat film ini cukup baik, dimainkan hanya oleh empat pemain inti, tidak membuat bosan dari awal sampai akhir. Kalau dapat 500 ribu penonton, alhamdullilah. Tanggal 17 Februari tidak bisa ditunda,” kata Rano.
Pelangi Tanpa Warna berkisah tentang Fedi (Rano Karno), yang dihadapkan pada kenyataan rencana pernikahannya terancam hancur karena sang istri mengidap Alzheimer.
Dari hari ke hari, Kirana (Maudy Koesnaedi) terus melupakan semua hal sederhana hingga yang paling penting dalam hidupnya. Situasi berubah menjadi penuh emosi hingga membuat ketenangan di rumah seolah menghilang, lalu berganti dengan kesedihan yang tak berkesudahan. Fedi terus diuji dengan kondisi Kirana yang semakin hari semakin menurun. (ret/hdl/antara)










