Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Hari ini Dalam Sejarah, Sophie Scholl Lahir Membawa Pesan Perlawanan tanpa Kekerasan

Hari ini Dalam Sejarah, Sophie Scholl Lahir Membawa Pesan Perlawanan tanpa Kekerasan

Peristiwa Hendro D. Laksono9 Mei 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Olah digital foto Sophie Scholl, koleksi nationalww2museum.org
Olah digital foto Sophie Scholl, koleksi nationalww2museum.org

Surabaya (pilar.id) – Di depan pengadilan berisi orang-orang berseragam, Sophia Magdalena Scholl berdiri yakin. Tanpa sesal apalagi nampak ketakutan. Cahaya dalam ruang pengadilan membentuk karakter wajahnya yang tiba-tiba tegas, seolah memperkuat prinsip dasar dan sikapnya yang paling ditakuti; anti Nazi.

Hari itu, bersama saudara laki-lakinya, Hans Scholl, Sophie diadili oleh Pengadilan Rakyat Jerman. Tanggal 22 Februari 1943, ia mendengar tuduhan tak main-main. Bahwa dia dituding sudah melakukan pengkhianatan sehingga dijatuhi hukuman mati oleh Hakim Roland Freisler pada hari yang sama.

Sejarah mencatat, Sophie tetap tenang dan tegar selama persidangan. Bahkan ketika dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati, tatap matanya tetap teduh seperti yang sudah-sudah. Satu-satunya penyesalan yang terungkap saat itu, mengapa tidak semua orang di Jerman memiliki keberanian untuk berdiri melawan rezim Nazi. Pernyataan yang langsung mengundang riuh.

Keesokan harinya, setelah putusan dijatuhkan, Sophie dan Hans dibawa ke tempat eksekusi. Saat berjalan menuju tempat eksekusi, Sophie menunjukkan kekuatan dan ketabahan yang luar biasa. Ia bahkan berkata kepada seorang teman, “Bagaimana bisa kita menuntut perdamaian jika kita tidak berani bertindak? Kita harus berani mengambil risiko. Hidup kita singkat, dan itulah satu-satunya jalan menuju kebebasan yang sejati”.

Melawan Kekuasaan Otoriter

Kisah Sophie Scholl dan perlawanan non-kekerasan Gerakan Putih yang dipimpin oleh Hans Scholl dan Alexander Schmorell tetap menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan otoriter dan penindasan hak asasi manusia. Seiring waktu, keduanya dihormati sebagai pahlawan nasional di Jerman dan di seluruh dunia.

Sophie Scholl adalah seorang aktivis anti-Nazi yang berasal dari Jerman. Ia lahir pada tanggal 9 Mei 1921 di Forchtenberg, Jerman, dan meninggal pada tanggal 22 Februari 1943 di Munich, Jerman.

Sophie Scholl adalah anggota dari kelompok perlawanan non-kekerasan yang dikenal sebagai The White Rose, yang membantu menyebarkan pamflet-pamflet yang mengkritik rezim Nazi dan mengajak rakyat untuk melawan kekejaman Nazi.

Baca Juga  Hari ini Dalam Sejarah, Hoax Nessie Monster Loch Ness Mencuri Perhatian Dunia

Sophie Scholl dan saudara laki-lakinya, Hans Scholl, adalah pendiri The White Rose pada tahun 1942. Mereka menyebarluaskan pamflet-pamflet anti-Nazi dengan cara mencetaknya secara sembunyi-sembunyi dan menyebarkannya di seluruh kota Munich.

Pamflet itu berisi kritik terhadap kebijakan dan kekejaman rezim Nazi, serta mengajak rakyat untuk melakukan perlawanan non-kekerasan. Mereka menyebarluaskan pamflet-pamflet ini secara sembunyi-sembunyi, dan tindakan ini sangat berbahaya karena bisa berakibat pada penangkapan dan hukuman mati.

Selain itu Sophie Scholl juga menulis surat terbuka kepada mahasiswa-mahasiswa di Jerman untuk menentang kebijakan Nazi dan membela kebebasan berbicara dan berpikir. Surat ini kemudian dibaca di beberapa kampus di Jerman dan menjadi bagian dari gerakan perlawanan non-kekerasan.

Ia juga aktif mendiskusikan ide-ide anti-Nazi secara rahasia. Mengobarkan ide-ide tentang perlawanan non-kekerasan dan cara untuk memobilisasi rakyat dalam perjuangan melawan kekejaman Nazi. Mereka juga sering kali mengadakan diskusi dengan teman-teman mereka untuk mengajak mereka untuk bergabung dalam perjuangan melawan kekejaman Nazi.

Namun, pada tanggal 18 Februari 1943, mereka tertangkap oleh Gestapo, polisi rahasia Nazi, ketika mereka sedang membagikan pamflet di Universitas Munich.

Melawan Tanpa Kekerasan

Sophie Scholl dan The White Rose adalah contoh keberanian dan perlawanan terhadap rezim Nazi. Mereka menjadi simbol perlawanan non-kekerasan terhadap kekuasaan tirani. Kisah hidup Sophie Scholl pun menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.

Namanya dihormati sebagai martir dan pahlawan nasional di Jerman. Tak heran jika banyak jalan dan gedung di Jerman, dinamai dengan namanya.

Kehidupan pribadi Sophie Scholl sayangnya tak cukup banyak diketahui. Yang jelas, ia tidak menikah, dan memilih aktif di organisasi-organisasi pemuda Protestan di Jerman pada saat itu, termasuk Liga Wanita Muda Kristen dan Gerakan Pemuda Anti-Perang. Ia juga aktif di dalam Grup Putih, sebuah kelompok perlawanan non-kekerasan yang dipimpin oleh saudaranya, Hans Scholl, dan Alexander Schmorell.

Sophie Scholl dikenal sebagai seorang yang cerdas dan berprestasi di sekolah dan universitas. Dia belajar di sekolah menengah di Ulm, Jerman dan kemudian melanjutkan studinya di Universitas Munich.

Baca Juga  Sinopsis Film Fury di Bioskop Trans TV, Brad Pitt Bawa Satu Tank Hancurkan Nazi

Di kampus ini, Sophie Scholl mulai membaca buku-buku tentang filsafat, sastra, dan agama, yang menginspirasinya untuk terlibat dalam kegiatan perlawanan non-kekerasan melawan Nazi. Ia juga terkejut dan mengecam perlakuan kejam Nazi terhadap orang-orang Yahudi dan menentang propaganda Nazi yang membangun sentimen anti-Semitisme dan rasisme.

Selain itu, Sophie Scholl dan Hans Scholl juga terinspirasi oleh gerakan perlawanan non-kekerasan di luar negeri, seperti gerakan Gandhi di India dan gerakan Bapa Injil Martin Luther King Jr. di Amerika Serikat.

Ia terinpirasi karena keduanya memperjuangkan perubahan sosial melalui cara yang non-kekerasan dan damai. Sophie Scholl memandang bahwa tindakan non-kekerasan adalah salah satu cara paling efektif untuk melawan tirani dan ketidakadilan yang ada di dunia.

Ia terpesona oleh strategi perjuangan yang dipakai oleh Gandhi dan Martin Luther King Jr., yang menggunakan aksi damai, pemboikotan, dan demonstrasi yang tanpa kekerasan untuk menentang ketidakadilan dan membela hak-hak sipil.

Sophie Scholl pernah mengutip pernyataan Martin Luther King Jr. yang mengatakan, “Hukum harus melindungi orang, bukan orang yang melindungi hukum.”

Ia juga menyebutkan bahwa aksi damai adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan pada dunia bahwa seseorang dapat menentang kejahatan tanpa melakukan kekerasan. Sophie pun membuat catatan kecil yang kelak jadi inspirasi dunia ; kerusakan sebenarnya dilakukan oleh jutaan orang yang ingin ‘bertahan hidup.’ Orang-orang jujur ​​yang hanya ingin dibiarkan dalam damai. Mereka yang tidak ingin kehidupan kecil mereka diganggu oleh sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Mereka yang tidak memiliki sisi dan penyebab.

“Mereka yang tidak mau mengukur kekuatan mereka sendiri, karena ketakutan memusuhi kelemahan mereka sendiri. Mereka yang tidak suka membuat gelombang atau musuh. Mereka yang kebebasan, kehormatan, kebenaran, dan prinsip hanya sastra,” tulisnya. (hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

hari ini dalam sejarah Nazi Sejarah Sophie Scholl

Berita Lainnya

Dracula (1992), film horor yang diadaptasi dari buku Bram Stoker

Hari Ini dalam Sejarah: Lahirnya Bram Stoker, Penulis Dracula yang Mengubah Dunia Sastra Horor

8 November 2025
Bitcoin Pizza Day

Bitcoin Pizza Day: Simbol Awal Revolusi Kripto yang Kini Menjadi Aset Strategis Global

22 Mei 2025
Ilustrasi pengguna internet lewat laptop (foto: Vlada Karpovich, pexels)

Hari ini Dalam Sejarah, Tim Berners-Lee Merilis Berkas-Berkas Tentang World Wide Web

6 Agustus 2024
Poster serial dokumenter Hitler and the Nazis: Evil on Trial (2024) (foto: Dok Netflix)

Hitler and the Nazis: Evil on Trial (2024), Film Sejarah Gelap untuk Membangun Ingatan

6 Juni 2024
Albert Einstein (dok pilar.id)

5 Ilmuwan Legendaris yang Mengubah Dunia, Dari Einstein hingga Tesla

18 Februari 2024
Helm yang digunakan tentara Rusia saat Perang Dunia ke-2. Helm ini konon ditemukan di kawasan diduga terjadinya Pertempuran Stalingrad. Helm ini disimpan di Australian Armour and Artillery Museum, Cairns (foto: David Clode, unsplash)

Hari ini Dalam Sejarah, Pertempuran Stalingrad Dimulai

23 Agustus 2023
Rosamund Pike dan Jason Clarke dalam salah satu adegan di film The Man with the Iron Heart (2017)

Sinopsis The Man with the Iron Heart (2017), Film Kisah Nyata di Balik Operasi Anthropoid

18 Juli 2023
Bikini di sebuah etalase toko produk fashion (foto: Ruben Valenzuela, unsplash)

Hari Ini Dalam Sejarah, Dunia Mulai Mengenal Bikini sebagai Produk Fashion Bergengsi

5 Juli 2023
Ferenc Puskas, legenda sepakbola dari Hongaria yang sempat memecah rekor goal terbanyak di FIFA World Cup 1954 (foto: Facebook @fifaworldcup)

Hari ini Dalam Sejarah, Penutupan Piala Dunia 1954 dan Kejuaraan Eropa UEFA 2004

4 Juli 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.