Jakarta (pilar.id) – PT Hutama Karya (Persero) resmi menuntaskan pembangunan fasilitas dermaga dan produksi milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Infrastruktur yang telah diresmikan dan siap beroperasi tersebut diproyeksikan menjadi pengungkit baru bagi distribusi semen nasional sekaligus memperluas penetrasi produk Indonesia ke pasar ekspor.
Peresmian fasilitas yang berlangsung pada 11 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi industri semen nasional. Acara tersebut ditandai dengan seremoni simbolis dimulainya ekspor semen ke Amerika Serikat, menandai langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam peresmian tersebut, di antaranya Komisaris Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Sigit Widyawan, Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra, Komisaris SBI Prasetyo Suharto, Direktur Utama SBI Rizki Kresno Edhie Hambali, jajaran manajemen Taiheiyo Cement Corporation (TCC), serta Direktur Operasi II Hutama Karya Mardiansyah.
Keberadaan fasilitas baru ini dinilai akan memperkuat rantai pasok industri semen nasional melalui peningkatan kapasitas distribusi dan akses yang lebih luas ke pasar internasional.
Tube Conveyor Terbesar di Asia Tenggara Jadi Andalan Distribusi
Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari Proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) Talavera yang dikerjakan Hutama Karya sejak 2022. Penyelesaian proyek telah dikonfirmasi melalui penerbitan Taking Over Certificate (TOC) pada 11 April 2026, yang menandakan seluruh pekerjaan telah memenuhi standar teknis dan operasional.
Salah satu fitur unggulan proyek ini adalah penggunaan tube conveyor sepanjang 4,2 kilometer yang diklaim sebagai tube conveyor berkapasitas terbesar di Asia Tenggara. Sistem ini berfungsi menghubungkan area produksi dengan dermaga dan kapal pengangkut, sehingga proses distribusi semen dapat berlangsung lebih cepat, stabil, dan efisien.
Selain itu, Hutama Karya juga membangun jetty trestle dan jetty platform baru yang terintegrasi dengan fasilitas eksisting. Infrastruktur tersebut memungkinkan peningkatan kapasitas pengiriman melalui jalur laut serta memperkuat konektivitas antara area produksi dan pelabuhan.
Dengan sistem logistik yang terintegrasi, fasilitas ini diharapkan mampu menekan biaya distribusi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing produk semen Indonesia di pasar internasional.
Dukung Ekspor dan Perkuat Portofolio EPC Hutama Karya
Fasilitas yang telah rampung ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara SBI dan Taiheiyo Cement Corporation (TCC). Melalui kolaborasi tersebut, produk semen yang diproduksi di Indonesia akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang dikelola TCC.
Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa penyelesaian proyek ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur industri yang mendukung kebutuhan dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Hamdani, proyek tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi logistik dan kapasitas distribusi, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi produk Indonesia untuk bersaing di pasar global. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Proyek Talavera menunjukkan kapabilitas Hutama Karya dalam mengelola proyek EPC berskala besar dengan tetap mengedepankan aspek mutu, keselamatan kerja, dan ketepatan pelaksanaan.
Keberhasilan proyek ini semakin memperkuat rekam jejak Hutama Karya di sektor industri dan EPC. Capaian tersebut melengkapi portofolio perusahaan dalam pembangunan berbagai infrastruktur strategis nasional yang mendukung peningkatan daya saing industri Indonesia.
Ke depan, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur berkualitas yang mampu memperkuat konektivitas logistik nasional, mendukung pertumbuhan industri, serta mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (hdl)










