Jakarta (pilar.id) – Banyak gol, banyak drama, sekaligus banyak kartu berhamburan. Itulah yang terjadi di pertandingan antara Juventus melawan Salernitana, Senin (12/9/2022) dini hari tadi di Juventus Stadium.
Ada empat gol yang tercipta di pertandingan tersebut. Dua diantaranya berasal dari hadiah penalti. Satu untuk Salernitana, dan satu untuk Juventus.
Di akhir laga, ketika wasit hendak meniup peluit panjang, drama terjadi. Adu mulut, saling dorong, dan perdebatan menyebabkan wasit mengeluarkan empat kartu merah sekaligus.
Dua untuk pemain Juventus, satu untuk pelatih Juventus, dan satu lagi untuk pemain Salernitana.
Bermain di kandang sendiri, Juventus tentu memiliki kepercayaan diri tinggi untuk bisa memenangi laga dini hari tadi. Apalagi, lawan mereka hanya Salernitana.
Tim yang musim lalu, berakhir di peringkat 17, tepat di atas Zona degradasi. Apalagi, Juventus sedang ingin balas dendam atas kekalahan mereka tengah pekan lalu di Champions League ketika dibungkam 2-1 oleh tim bertabur bintang, Paris Saint-Germain.
Salernitana tampak sebagai pelampiasan yang tepat untuk tim berjuluk si Nyonya Tua. Faktanya, Juventus justru dua kali kebobolan di babak pertama.
Pertandingan baru memasuki menit ke-18, Antonio Candreva berhasil mencetak gol pertama Salernitana ke gawang Juventus yang dijaga Mattia Perin.
Gol yang dicetak oleh bek sayap kanan ini pun sedikit aneh. Pasalnya, ia tidak mencetak gol dengan kaki atau pun kepala, tetapi dengan pinggul. Bermula dari umpan diagonal ke sisi kiri di mana Cuardado gagal mengontrol bola sehingga jatuh ke kaki Mazzocchi.
Bek sayap kanan yang dipaksa bermain di sisi kiri tersebut segera membawa bola ke dalam kotak penalti Juventus. Di sisi kiri gawang, Mazzocchi menari-nari sebelum melakukan gerakan tipu dan mengirimkan umpan silang ke tiang jauh.
Di sana, sudah ada Vilhena dan Candreva yang segera berlari menyongsong bola. Kaki Vilhena yang mencoba menyodok bola tak berhasil. Justru Candreva yang hanya pasang badan berhasil mengubah arah bola untuk masuk ke gawang Juventus.
Setelah sempat bengon dan tolah-toleh, Candreva segera berlari ke pojok lapangan setelah sadar bahwa ia mencetak gol.
Keberuntungan memang sedang memihak Salerninata setidaknya di babak pertama. Piatek yang melepaskan tendangan sambil terjatuh karena kehilangan keseimbangan, masih berhasil mendapatkan kesempatan kedua untuk mencetak gol.
Setelah gagal mengeksekusi umpan dari Coulibaly dengan baik, Piatek yang terjatuh segera mengangkat tangan. Ia memberikan gestur ke wasit bahwa telah terjadi handsball.
Bola yang ditendang Piatek sambil terjatuh, diduga membentur tangan Gleison Bremer sebelum meninggalkan lapangan karena arahnya yang terlalu melebar di sisi kiri gawang Perin.
Wasit pun melakukan koordinasi dengna Video Assistant Referee (VAR). Ia kemudian melihat tayangan ulang di layar yang ada di pinggir lapangan. Setelah merasa yakin, wasit masuk kembali ke lapangan dan menunjuk titik putih.
Tak ketinggalan, wasit memberikan kartu kuning untuk Bremer. Piatek yang baru saja gagal mencetak gol. Mengambil kesempatan eksekusi penalti. Tendangan mendatarnya yang menghujam tepat ke sisi pojok kiri bawah gawang tak berhasil ditebak oleh Perin untuk membuat Salernitana unggul 2-0 di babak pertama.
Memasuki babak kedua, Juventus berusaha kembali ke performa terbaik mereka dan bermain lebih efektif. Hasilnya, Bremer yang beberapa menit lalu mendapat kartu kuning dan menyebabkan Juventus kebobolan gol kedua, berhasil membalas dendam.
Juventus yang tertinggal dua gol, memulai babak kedua dengan barbar. Mereka menyerang dengan membabi-buta.
Baru saja McKennie melakukan salto yang gagal dan cedera saat hendak menyambut umpan silang dari Paredes. Namun, para pemain Juventus tak mau peduli dengan temannya yang terkapar.
Mereka kembali mencoba membangun serangan. Bermula dari Kostic yagn memasuki area kanan pertahanan Salernitana, mengirimkan umpan lambung ke depan gawang.
Umpan tersebu terlalu tinggi untuk dijangkau Vlahovic. Namun, Bremer yang berlari dari belakang, berhasil melakukan lompatan tinggi sebelum kemudian melepaskan sundulan keras yang hanya bisa dilihat saja oleh Sepe, tanpa bisa bereaksi.
Berhasil memperkecil ketinggalan, Juventus semakin mendominasi pertandingan. Total, mereka melepaskan 22 tendangan, meski hanya 7 yang mengarah ke gawang. Dan tidak satu pun berhasil menjadi gol.
Harapan baru datang di menit 90+1. Bola liar di dalam kotak penalti, berhasil didapatkan oleh Alex Sandro. Namun, Vilhena yang sudah melakukan tackling tak bisa berhenti dan akhirnya membuat Sandro terjatuh di dalam kotak penalti.
Giliran Juventus yang mendapatkan hadiah penalti. Bek veteran Bonucci ditugaskan sebagai algojo. Namun, tendangan dari titik putih yang ia lepaskan masih bisa ditepis oleh Sepe.
Beruntung, Bonucci bisa kembali mengejar bola muntah dan lebih dahulu melepaskan tendangan voli sebelum ditangkap oleh Sepe. Juventus pun menyamakan kedudukan di menit 90+3.
Meski pertandingan sudah berjalan lebih dari 90 menit dan Juventus sudah berhasil menyamakan kedudukan. Tetapi tidak ada kata berhenti. Juventus terus menyerang untuk mendapatkan gol selanjutnya dan meraih kemenangan sebelum wasit memutuskan untuk meniup peluat akhir pertandingan.
Hasilnya, satu menit setelah gol Bonucci, Juventus berhasil menciptakan gol ketiga mereka. Bermula dari tendangan bebas, Arkadiuz Milik yang baru saja dibeli oleh Juventus berhasil melakukan sundulan ke belakang dan bola masuk ke gawang Salernitana.
Milik pun berlati ke tribun penonton sembari melepas kausnya sebagai bentuk selebrasi. Milik kemudian mendapatkan kartu kuning kedua karena selebrasi tersebut dan diusir ke luar lapangan.
Sialnya, gol yang dicetak oleh Milik kemudian dianulir oleh wasit setelah diprotes oleh para pemain Salernitana. Wasit, kembali melihat siaran ulang di layar yang ada di sisi lapangan.
Dari sana, ia memutuskan bahwa bola sundulan Milik, kemudian mengenai kepala Bonucci yang juga ikut melompat di depan gawang. Namun, karena posisi Bonucci sudah offside, maka gol tersebut dianulir.
Milik pun mendapat kartu merah secara sia-sia. Keputusan wasit tersebut, kemudian menimbulkan kericuhan selanjutnya. Menyebabkan Frederico Fazio dan Cuadrado bersitegang.
Kedua pemain tersebut pun mendapatkan kartu merah dari wasit. Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, tak terlewat dari kartu merah wasit karena melakukan protes yang berlebihan.
Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-2 dan empat kartu merah. Itu belum termasuk tujuh kartu kuning yang juga sudah dikeluarkan oleh wasit sepanjang laga. (fat)










