Jakarta (pilar.id) – Pendaftaran Jakarta Film Fund resmi ditutup 7 Juli 2022 lalu. Setelah melalui proses penjurian, terdapat 3 peserta yang telah mengirimkan proposal ide cerita dari film pendek mereka menjadi pemenang.
“Kami sangat mengapresiasi para pembuat film yang sudah berpartisipasi dalam program Jakarta Film Fund 2022 kali ini,” ujar Program Manager Jakarta Film Week 2022 Novi Hanabi, di Jakarta, Senin (18/7/2022).
Para pemenang tersebut adalah S Gracious Prasetyo dari Studio Teluk Tolo dengan judul film ‘Bukan Anak Meriam’, kemudian Hariz Soe’oed dengan karya berjudul ‘Pesan(an) Terakhir’, dan Muhammad Bayu Arief dari Doa Ibu Frameworks berjudul ‘Future Play dan Sunat Racing’. Mereka berhak mendapatkan total pendanaan produksi Rp150 juta, dengan masing-masing proposal ide cerita sebesar Rp50 juta.
“Peserta yang terpilih juga berhak mendapat dukungan pendampingan dari para sineas profesional dan juga program bimbingan mulai dari penyutradaraan, penulisan naskah, manajemen produksi, hingga proses post-production,” kata Novi.
Novi menjelaskan, dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah peserta Jakarta Film Fund meningkat hampir 50 persen. Pada tahun ini, Jakarta Film Week yang merupakan penyelenggara Jakarta Film Fund menerima pendaftaran sebanyak 214 proposal ide cerita.
Nantinya, film pendek yang telah diproduksi dari 3 Jakarta Film Fund 2022 terpilih, akan ditayangkan saat festival Jakarta Film Week pada 13-16 Oktober 2022. Selanjutnya karya mereka akan dikompetisikan kembali melalui kategori Jakarta Film Fund 2022 Award.
Ketinggalan mengikuti program ini, jangan khawatir. Karena Jakarta Film Week masih membuka kesempatan pendaftaran untuk program lain, seperti kompetisi film pendek maupun panjang dan animasi, yang dibuka hingga 31 Juli 2022 mendatang. (ach/hdl)


