Mataram (pilar.id) — Provinsi Jawa Timur berhasil mencatat prestasi gemilang di hari pertama Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 yang digelar di Nusa Tenggara Barat. Medali emas pertama diraih melalui cabang olahraga Karate Tradisional dari Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Indonesia Traditional Karate Federation (INATKF).
Emas perdana tersebut disumbangkan oleh Dee Ajeng Sekar dalam kategori Kata Perorangan Putri 10 Tahun. Tidak hanya itu, Jawa Timur menyapu bersih podium dalam kategori yang sama dengan raihan medali perak oleh Orlin Farzana dan perunggu oleh Rani Pratista.
Dominasi Jatim juga terlihat pada kategori Kata Perorangan Putra 10 Tahun, di mana Fairuzt Hamizan mempersembahkan medali emas dan Adrian Jeconiah meraih perak.
Sementara itu, di kategori Kata Perorangan Putri usia 11-15 Tahun, tiga pegiat asal Jawa Timur kembali mendominasi. Shafira Elindra membawa pulang emas, Zahira Farla meraih perak, dan Putri Humairoh menutup podium dengan perunggu.
“Berkat dukungan dari Ketua Umum KORMI Jatim, kami dari INATKF bisa meraih banyak medali. Masih banyak kategori yang akan kami perjuangkan dan kami optimistis akan menambah pundi-pundi medali,” ujar perwakilan INATKF Jatim, Bachtiar Effendy, Sabtu (26/7/2025).
Selain INATKF, Inorga Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) juga turut menyumbangkan medali. Di kategori Prakadet Putra, medali emas diraih oleh Farel Tristian, dan perunggu oleh Bintang Fajar. Sementara itu, di kategori Kata Perorangan Senior Putra, Fatih Ammar Irsyad meraih medali perak.
Hingga pukul 12.00 WITA, kontingen Jawa Timur telah mengoleksi total 11 medali dari dua inorga tersebut. Di hari pertama ini, tercatat 13 inorga dari Jawa Timur yang turun bertanding.
Ketua KORMI Jawa Timur, Hudiyono, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa para pegiat olahraga dari Jatim.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian luar biasa adik-adik dari Karate Tradisional, baik dari INATKF maupun FKTI. Saya menyempatkan diri mengunjungi venue untuk memberi semangat langsung kepada para pegiat. Hari pertama ini sudah membuahkan banyak medali,” kata Hudiyono.
Lebih lanjut, ia juga menyebut bahwa ada kemungkinan tambahan medali dari cabang lainnya.
“Kami menerima informasi dari Inorga Fespati (Federasi Panahan Tradisional Indonesia) yang menyebutkan telah meraih 1 medali emas dan 1 perak. Namun data tersebut masih dalam proses validasi. Semoga ke depan semakin banyak medali yang diraih oleh kontingen Jawa Timur,” pungkasnya. (ret/hdl)










