Jakarta (pilar.id) – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bertanggung jawab di sektor pangan menggelar pasar murah.
Mereka adalah BUMD Pasar Jaya, Dharma Jaya dan Food Station Tjipinang. Kegiatan pasar murah ini nantinya akan dilaksanakan di 92 titik lokasi dengan menjual berbagai macam bahan pokok.
Diantaranya, beras, gula pasir, tepung terigu, dan daging sapi. Pasar murah ini, tidak akan menjual minyak goreng. Baik minyak goreng kemasan maupun minyak goreng curah.
Sebab, ketiga BUMD yang menggelar kegiatan tersebut tidak memiliki stok minyak goreng sama sekali. Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Perkulakan dan Ritel Perumda Pasar Jaya, Anugerah Esa, Rabu (23/3/2022).
“Kami tidak punya yang curah bahkan Food Station juga tidak ada yang curah, sekarang yang kami punya itu yang kemasan,” ucapnya.
Sedangkan terkait dengan lokasi pelaksanan pasar murah, 92 titik yang dipilih telah melalui pertimbangan sebelumnya. Lokasi-lokasi tersebut dipilih berdasarkan kepadatan penduduk dan tingginya permintaan masyarakat serta kemudahan akses.
“Kami melihat kepadatan atau potensi masyarakat akan membeli, keterjangkauannya,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Suharini Eliawati saat rapat bersama Komisi B DPRD DKI di Jakarta, Rabu (23/3/2022).
Lokasi pasar murah tersebut nantinya akan tersebar pada empat lokasi Jakgrosir, gerai pangan (dua lokasi) di Pulau Sebira dan Pulau Pramuka. Kemudian, 32 lokasi di Jakmart yang tersebar di Blok B Tanah Abang, Rusun Nagrak dan Rusun Pesakih, serta 54 Pusat Distribusi Mini.
Sedangkan untuk harga yang dipatok di pasar murah tentu akan memiliki selisih dengan harga normal yang ada di pasaran. Tepung terigu misalnya, akan dijual Rp8.500 per kilogram. Lebih murah dari harga pasaran yang berada di angka Rp.9700.
Harga beras long grain ukuran 5 kilogram akan dibanderol dengan harga Rp55 ribu. Selisih Rp4 ribu dari harga pasaran yang berada di angka Rp59 ribu. Daging sapi per kilogram dari Rp110.000 menjadi Rp102.000, daging sapi iga beku dari Rp140.000 menjadi Rp95.000 dan gula pasir Rp13.500 per kilogram.
“Secara tidak langsung ‘traffic‘ terbentuk, tidak bisa kami nyatakan 100 persen membantu tapi kalau melihat tren pangan murah di Februari dan Maret itu lonjakan tinggi, artinya masyarakat memang membutuhkan,” tutur Anugerah. (fat/antara)










