Nyon (pilar.id) – UEFA memastikan Jerman sebagai tuan rumah UEFA Women’s EURO 2029 setelah Komite Eksekutif menetapkan proposal Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sebagai yang terbaik. Keputusan ini diumumkan setelah melalui proses seleksi yang juga melibatkan penawaran dari Federasi Sepak Bola Polandia serta pengajuan bersama dari Denmark dan Swedia.
Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi yang mengikuti proses penawaran. Ia menilai setiap kontingen menampilkan visi kuat dan kolaborasi solid antara asosiasi nasional, pemerintah, dan para ahli lokal.
Menurutnya, Jerman dianggap mampu menghadirkan turnamen yang tidak terlupakan pada musim panas 2029, sejalan dengan standar tinggi yang tercipta pada penyelenggaraan EURO Wanita 2025 di Swiss.
Terpilihnya Jerman menjadi catatan sejarah tersendiri. Negeri itu sebelumnya pernah dua kali menjadi tuan rumah, terakhir pada 2001. Dengan keputusan terbaru, DFB akan mencatatkan kali ketiga menggelar kompetisi sepak bola wanita paling bergengsi di Eropa.
Presiden DFB, Bernd Neuendorf, menyebut penunjukan ini sebagai kehormatan besar. Ia menekankan bahwa kesempatan tersebut datang dengan tanggung jawab untuk menghadirkan turnamen berkualitas tinggi.
Neuendorf, yang menyampaikan presentasi penawaran bersama mantan penyerang timnas wanita Alexandra Popp, menegaskan keyakinan bahwa penyelenggaraan di Jerman akan menarik lebih dari satu juta penonton dan menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola wanita.
Optimisme yang sama juga disampaikan Direktur Sepak Bola Wanita UEFA, Nadine Kessler. Mantan juara EURO bersama Jerman itu menilai pertumbuhan sepak bola wanita telah mencapai level global dengan daya tarik besar bagi perempuan dan anak perempuan untuk terlibat dalam olahraga. Ia meyakini Jerman memiliki seluruh infrastruktur dan antusiasme publik yang dibutuhkan untuk menjadikan Women’s EURO 2029 sebagai panggung terbesar dalam sejarah turnamen.
Penunjukan tuan rumah yang ditetapkan melalui pemungutan suara pada Rabu tersebut membuka jalan bagi persiapan lebih lanjut, termasuk finalisasi detail penawaran dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sepak bola wanita di Jerman. Turnamen musim panas 2029 itu diproyeksikan menjadi salah satu edisi terbesar sepanjang sejarah, seiring meningkatnya minat publik dan perkembangan kompetisi perempuan di Eropa. (ret/hdl)


