Jakarta (pilar.id) – Agenda rutin di akhir tahun, Galeri Nasional Indonesia (GNI) kembali menyelenggarakan Jumpa Stakeholder Galeri Nasional Indonesia di Gedung Serbaguna Galeri Nasional Indonesia. Pertemuan ini dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Fitra Arda, serta perwakilan lembaga seni rupa, kurator, perupa, jurnalis, dan stakeholder GNI lainnya.
Dalam pertemuan itu dibahas pula agenda seni dan budaya di GNI pada 2022. Menyambut tahun yang akan datang GNI optimis dapat melanjutkan kinerja positif yang telah dilakukan dan terus melakukan pengembangan untuk kerja yang lebih baik.
Pada 2022, GNI sudah mengagendakan kembali penyelenggaraan pameran temporer secara luring. Pameran temporer yang sudah direncanakan di antaranya adalah Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia MANIFESTO VIII 2022, Pameran “Para Sekutu yang Tidak Bisa Berkata Tidak”, Pameran Tunggal Otty Widasari “Partisan”, dan Pameran Indonesian Women Artists #3 “Infusions in to Contemporary Art”.
Selain itu juga Pameran “Botanical Art for Friendship”, Pameran Tunggal Joko Kisworo “Ngelmu Begja”, Pameran Tunggal Seni Rupa Tulus Warsito “Dimensi-Dimensi”, Pameran Tunggal Patung Yusman “Pak Dirman: Indonesia 1949”, Pameran Tunggal Kokoh Nugroho “Solilokui”, Pameran Tunggal Dadang Christanto “Menunggu Kereta yang Tak Kembali”, dan Pameran Internasional Lukisan Cat Air IWS Indonesia.
Melengkapi agenda pameran, GNI juga tetap akan menjalankan program-program edukasi dan publikasi, antara lain tur virtual Pameran Tetap Koleksi GNI, Menjadi Apresiator Seni Terhebat, Edukasi Kreatif, workshop sketsa, diskusi Bicara Rupa, pembuatan video edukasi Seri Tokoh Seni Rupa Indonesia serta Film Dokumenter Tokoh Seni Rupa Indonesia.
Dalam sambutannya pada acara, Kepala GNI Pustanto turut mengucapkan terima kasih pada stakeholder dan seluruh pihak yang turut berkontribusi menyukseskan seluruh rangkaian program GNI dari waktu ke waktu.
“Semoga di tahun depan GNI dapat bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan di bidang seni rupa kepada publik luas dan semakin mengukuhkan perannya dalam memajukan kebudayaan Indonesia,” tutur Pustanto. (put)










