Turin (www.pilar.id/) – Juventus resmi mendatangkan dua pemain anyar untuk memperkuat skuadnya di musim 2025/26. Gelandang asal Portugal Joao Mario dan striker asal Kanada Jonathan David menjadi amunisi baru bagi pelatih Igor Tudor dalam usahanya mengembalikan kejayaan Si Nyonya Tua di kancah domestik dan Eropa.
Joao Mario bergabung setelah menjalani lima musim gemilang bersama FC Porto, klub tempat ia menimba ilmu sejak level akademi. Pemain berusia 25 tahun ini mencatatkan 181 penampilan dan lima gol selama memperkuat tim utama Porto.
Di level internasional, Joao Mario telah mengenakan seragam timnas Portugal dalam tiga pertandingan antara 2023 dan 2024. Ia juga turut meraih dua gelar Liga Portugal pada 2020 dan 2022.
Secara teknis, Joao Mario dikenal sebagai pemain yang piawai dalam mengontrol bola, cepat dalam mengambil keputusan, serta memiliki akurasi umpan dan kemampuan crossing yang mumpuni. Meski awalnya bermain sebagai bek kanan, musim lalu ia banyak ditempatkan di lini tengah, menunjukkan fleksibilitas yang berharga bagi tim manapun.
Jonathan David: Mesin Gol dari Kanada
Jonathan David didatangkan untuk mempertajam lini serang Juventus. Lahir di Brooklyn, Amerika Serikat, dan besar di Kanada, David memulai karier profesionalnya bersama Gent di Belgia. Di sana, ia mencetak 37 gol dalam dua musim, sebelum hijrah ke Ligue 1 dan memperkuat Lille.
Selama lima musim di Prancis, David mencetak total 109 gol untuk Lille, menjadikannya sebagai salah satu striker paling produktif di Eropa. Di timnas Kanada, ia merupakan pilar utama dan andalan dalam urusan mencetak gol.
David adalah contoh penyerang modern yang tidak hanya bermain di dalam kotak penalti, tapi juga aktif bergerak untuk membuka ruang dan memecah konsentrasi lawan. Ia mampu bermain sebagai striker utama maupun berpasangan dengan penyerang lain yang lebih statis.
Kontribusi Strategis untuk Juventus
Kehadiran Joao Mario diprediksi akan memperkaya opsi taktis Juventus, terutama dalam hal transisi dari bertahan ke menyerang. Kualitas dribbling dan visinya dari sisi kanan lapangan bisa menjadi senjata tambahan dalam membongkar pertahanan lawan.
Sementara itu, Jonathan David diharapkan menjadi solusi atas inkonsistensi lini depan Juventus dalam beberapa musim terakhir. Kemampuannya untuk menekan pertahanan lawan saat tanpa bola, serta menciptakan ruang bagi rekan setimnya, akan sangat berharga dalam skema permainan agresif ala Igor Tudor.
Dengan kedatangan dua pemain ini, Igor Tudor dihadapkan pada tantangan untuk segera menyatukan karakteristik mereka ke dalam sistem permainan Juventus. Adaptasi Joao Mario dengan gaya bermain Serie A dan penyesuaian Jonathan David dengan ritme taktik Italia akan menjadi kunci sukses tim musim ini.
Jika mampu memaksimalkan potensi dua rekrutan barunya, Juventus bisa menjadi kekuatan dominan kembali di Serie A dan berpeluang bersaing serius di Liga Champions. (wid/hdl)









