Surabaya (pilar.id) – Peran penyuluh perikanan semakin krusial dalam mendorong transformasi pelaku usaha di sektor kelautan, terutama di tengah tuntutan digitalisasi dan peningkatan daya saing. Hal itu tercermin dari kiprah Juwita Tri Hermawati yang selama lebih dari satu dekade aktif mendampingi pelaku usaha perikanan di Surabaya.
Alumni Universitas Airlangga ini kini bertugas sebagai penyuluh di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan ditempatkan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. Dalam kesehariannya, ia menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik langsung di lapangan bagi para pelaku utama sektor perikanan.
Peran tersebut tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi juga mencakup fungsi strategis sebagai edukator, fasilitator, mediator, hingga agen perubahan. Juwita aktif memberikan pendampingan kepada nelayan, pembudidaya, dan petani garam agar mampu meningkatkan kualitas usaha sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Bekal akademik yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di bidang perikanan menjadi fondasi dalam menjalankan tugas. Pengetahuan tersebut diterjemahkan ke dalam praktik nyata, seperti pengenalan teknologi budidaya, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Selain edukasi, pendampingan akses permodalan juga menjadi fokus utama. Juwita membantu pelaku usaha mendapatkan dukungan dari pemerintah maupun lembaga keuangan, sekaligus membuka akses terhadap pasar yang lebih luas melalui kemitraan dan pemanfaatan platform digital. Upaya ini dinilai penting untuk mendorong pelaku usaha beralih dari metode konvensional menuju sistem yang lebih modern dan efisien.
Selama 11 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara di KKP, kontribusinya telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia terlibat dalam berbagai program penguatan kapasitas usaha, termasuk mendorong digitalisasi pemasaran produk perikanan agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Transformasi ini menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah produk sekaligus kesejahteraan pelaku usaha.
Pengalaman panjang di lapangan juga memperlihatkan bahwa peran penyuluh tidak sekadar teknis, melainkan menyangkut pembangunan kepercayaan dan motivasi. Juwita secara konsisten mendorong pelaku usaha untuk terus berkembang dan berani berinovasi dalam menghadapi perubahan.
Ia pun mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa perikanan, untuk tidak ragu menekuni sektor ini. Menurutnya, potensi kelautan Indonesia masih sangat besar dan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, sektor perikanan diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan. (usm)










