Surabaya (pilar.id) – Proses Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN TK. II) Angkatan XXXII Tahun 2023 telah mencapai tahapan Seminar II Proyek Perubahan. Salah satu peserta dari instansi lingkup Pemprov Jatim, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kadiskominfo Jatim), Sherlita Ratna Dewi Agustin, memaparkan proyek perubahannya dengan tema ‘Menjaga Keamanan Siber Jatim Melalui Sistem Manajemen Keamanan Informasi Terintegrasi’.
Seminar proyek perubahan ini diselenggarakan di Ruang Kelas D, BPSDM Jatim, Surabaya, pada Rabu (13/12/2023), dengan dihadiri oleh seorang penguji, yaitu akademisi Nur Fadjrih Asyik, seorang Coach bernama I Made Sukartha, dan mentor daring, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim), Adhy Karyono.
Sherlita menjelaskan bahwa proyek perubahannya diawali oleh ketidaktersediaan kebijakan regulasi terkait keamanan siber dan kurangnya sistem manajemen keamanan informasi terintegrasi di lingkungan Pemprov Jatim.
Namun, melalui proses penyusunan Peraturan Gubernur Jawa Timur, situasi ini mulai diatasi. “Ruang Command Center, yang awalnya hanya untuk menerima tamu, kini difungsikan sebagai Security Operation Centre atau SOC,” ungkap Sherlita.
Dalam paparannya, Sherlita menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, and Threat). Ia menjelaskan bahwa proyek perubahannya akan memanfaatkan kelebihan atau opportunities yang dimiliki Kominfo Jatim. “Kami akan membangun sistem manajemen keamanan informasi yang terintegrasi, meningkatkan perangkat keras dan lunak keamanan, serta meningkatkan kompetensi SDM keamanan siber,” terang Sherlita.
Sherlita menyimpulkan proyek perubahannya dengan mencapai beberapa tujuan, antara lain pembentukan tim efektif yang mendukung CSIRT Jawa Timur, terlaksananya koordinasi dengan stakeholder terkait (BSSN, Kemenkominfo, dan Perguruan Tinggi), penyusunan draf Peraturan Gubernur tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), pemanfaatan ruang Command Center sebagai SOC, dan peningkatan kompetensi SDM melalui BSSN, Perguruan Tinggi, dan lembaga pendidikan lainnya.
Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, sebagai mentor, menyatakan bahwa Diskominfo Jatim memiliki peran penting dalam mendukung digitalisasi birokrasi.
Ia menekankan perlunya penguatan melalui proyek perubahan untuk menjaga keamanan siber, terutama mengingat tugas Diskominfo dalam mengolah Satu Data Indonesia (SDI), SPBE, dan mengelola sistem keamanan siber. Tag-line ‘Jatim Makin Digital’ diusung sebagai landasan program-program di Diskominfo Jatim.
Penguji Nur Fadjrih Asyik berharap agar proyek perubahan ini dapat diperluas agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas, terutama dalam mencegah kejahatan siber dan meningkatkan keamanan transaksi melalui aplikasi perbankan digital. (usm/hdl)










