Jakarta (pilar.id) – Aktris Kate Beckinsale angkat bicara soal pengalaman pelecehan yang dialaminya di lokasi syuting, menyusul tuduhan Blake Lively terhadap Justin Baldoni.
Lively, yang menggugat sutradara sekaligus lawan mainnya di film It Ends With Us, mengajukan tuntutan hukum pada 31 Desember 2024. Kasus ini memicu gelombang pengakuan serupa dari para aktris lainnya.
Beckinsale mengungkapkan pengalaman traumatisnya dalam sebuah video Instagram yang kini telah dihapus. Ia mengaku pernah diserang, diraba, dan diperlakukan tidak pantas saat bekerja di berbagai produksi film.
Tidak hanya itu, bintang Pearl Harbor ini juga menceritakan bagaimana dirinya dihina dengan kata-kata kasar setelah berani berbicara tentang pelecehan yang dialaminya.
“Saya memang belum pernah bertemu dengan Blake Lively atau Ryan Reynolds, tetapi saya mengikuti kasus ini dengan seksama,” ungkap Beckinsale.
Sistem yang Menghambat Korban untuk Bicara
Aktris Serendipity ini menyoroti bahwa pelecehan bukan hanya masalah industri hiburan, tetapi bagian dari sistem yang sering kali menekan dan meremehkan perempuan yang berani berbicara.
Ia mengingat satu insiden ketika dirinya masih berusia 18 tahun, di mana ia diraba oleh seorang kru yang ia percayai. Saat mencoba meminta bantuan kepada aktris utama proyek tersebut—yang dikenal sebagai pendukung hak perempuan—Beckinsale justru mendapatkan respons mengejutkan.
“Saya menangis dan mengatakan apa yang terjadi, tetapi dia hanya menjawab, ‘Tidak, itu tidak terjadi’,” kenangnya.
Selain itu, Beckinsale mengaku pernah berada dalam kondisi kerja yang tidak aman saat syuting di dua proyek berbeda. Ia juga harus menghadapi perilaku tidak pantas dari lawan mainnya yang kerap mabuk di lokasi syuting.
Pengakuan Beckinsale semakin menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan di industri film saat berbicara mengenai pelecehan. Kasus ini menjadi pengingat penting untuk mendengarkan dan mendukung korban yang berani mengungkap pengalaman mereka. (ret/hdl)




