Jakarta (pilar.id) – Di ajang kompetisi eropa, bermain sebagai tuan rumah tidak selalu mudah. Di Champions League Chelsea kalah 1-3 dari Real Madrid ketika bermain di Stanford Bridge.
Begitu juga sebaliknya, Real Madrid kalah dari Chelsea 1-3 di waktu normal ketika bertanding di Santiago Bernabue. Liverpool dan City pun dibuat kesulitan dan hanya bisa meraih hasil imbang ketika bermain di kandang melawan Benfica dan Atletico Madrid.
DI Europa League, Atalanta justru dikalahkan tim tamu RB Leipzig dengan skor 0-2 ketika bermain di kandang. Kekalahan yang membuat mereka tak bisa lolos ke semi final.
Beratnya menjalani laga di kandang sendiri, juga dialami oleh PSV Eindhoven di kompetisi Eropa kasta ketiga, EUFA Conference League. Menjamu Leicester City di Stadion Philips, PSV justru kalah dari tim tamu pada Jumat (15/4/2022) dini hari tadi.
PSV sempat unggul lebih dahulu di menit 27 melalui gol dari Eran Zahavi. Keungulan 1-0 ini bahkan bertahan hingga babak pertama berakhir, dan sampai lebih dari 70 menit jalannya pertandingan.
Namun, di 20 menit terakhir pertandingan, Leicester City berusaha dengan keras mengejar ketertinggalan bahkan berhasil melakukan comeback dan memenangi laga dengan skor 1-2.
Kemenangan itu membuat Leicester City unggul 2-1 secara agregat atas PSV Eindhoven setelah pada leg pertama di Stadion King Power, pekan lalu, kedua tim bermain imbang tanpa gol.
Pada babak pertama, PSV mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan bek sayap Philipp Max memberikan umpan yang dikonversi menjadi tendangan keras oleh Mario Gotze, namun upayanya tersebut masih dihalau oleh Kasper Schmeichel.
Selanjutnya giliran Leicester City yang memberikan ancaman setelah Harvey Barnes berlari kencang ke kotak penalti PSV dan melepaskan tembakan yang masih menyamping di sisi kiri gawang.
PSV mampu untuk unggul lebih dulu pada menit ke-27, berawal dari kesalahan lini pertahanan Leicester dan dimanfaatkan oleh Gotze yang mengirimkan kepada Eran Zahavi sebelum akhirnya penyerang asal Israel itu mampu menaklukkan Schmeichel dan mengubah skor menjadi 1-0.
Di sisa waktu babak pertama, Leicester sempat memiliki peluang ketika tendangan dari James Maddison membentur pemain PSV dan menuju gawang sebelum akhirnya disapu oleh Tize.
Berangkat dengan keunggulan satu gol pada babak kedua, PSV kembali lebih dulu memberikan ancaman ke gawang Leicester ketika penyerang Joey Veerman melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun upayanya tersebut masih menyamping di sisi kanan gawang.
Leicester memberikan ancaman kali ini melalui Patson Daka yang berhasil menerima umpan terobosan dari Kalechi Iheanacho, namun eksekusi dari pemain asal Zambia tersebut masih belum menemui sasaran.
Gol penyamakan kedudukan dari Leicester akhirnya lahir pada menit ke-77 ketika Ayoze Perez mampu mengirimkan umpan tarik kepada Maddison yang selanjutnya berhasil dieksekusi dengan baik ke gawang lawan.
Berhasil menyamakan kedudukan, Leicester City terus melakukan serangan dan membuahkan hasil pada menit ke-88 ketika Ricardo Pereira mampu menyambut bola muntah tendangan Daka yang tak bisa dibendung oleh kiper PSV Yvon Mvogo untuk membalikkan keadaan dan menutup pertandingan itu dengan kemenangan. (fat)








