Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
  • Pertamina Hulu Indonesia dan Serikat Pekerja Sepakati Perjanjian Kerja Baru demi Ketahanan Energi
  • Kinerja AUM Melesat, OCBC Indonesia Raih Penghargaan Best Private Bank 2026 dari Global Banking & Finance
  • Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar
  • Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Triwulan II 2026 Meningkat Ditopang Sektor Liburan dan Pertanian
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Feature»Masjid Raya Baiturrahman, Simbol Perjuangan Rakyat Aceh yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Masjid Raya Baiturrahman, Simbol Perjuangan Rakyat Aceh yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Feature Retno Wulandari15 Maret 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Masjid Raya Baiturrahman di Aceh (foto: Julianto Saputra, unsplash)
Masjid Raya Baiturrahman di Aceh (foto: Julianto Saputra, unsplash)

Banda Aceh (pilar.id) – Masjid Raya Baiturrahman adalah salah satu landmark bersejarah di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia. Dibangun pada tahun 1879, masjid ini menjadi simbol agama, budaya, dan perjuangan rakyat Aceh sejak masa Kesultanan Aceh.

Keindahan arsitektur dan keteguhan bangunannya menjadikannya ikon Banda Aceh yang bertahan dari berbagai peristiwa sejarah, termasuk gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004.

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman bermula dari pembangunan awal pada tahun 1612 di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Namun, beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa masjid ini sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1292 atas prakarsa Sultan Alaidin Mahmudsyah. Pada masa itu, masjid ini berfungsi sebagai masjid kerajaan, dengan arsitektur khas Aceh berupa atap jerami berlapis-lapis.

Dibakar Saat Perang Melawan Belanda

Saat Kolonial Hindia Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada 10 April 1873, masyarakat Aceh menggunakan masjid sebagai benteng pertempuran.

Pasukan Belanda membalas dengan menembakkan suar ke atap jerami masjid, menyebabkan bangunan ini terbakar habis.

Setelah kejadian ini, ibadah dipindahkan ke Masjid Baiturrahim Ulee Lheue. Sebagai bagian dari strategi untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, Jenderal Van Swieten berjanji kepada pemimpin lokal untuk membangun kembali masjid sebagai bentuk permintaan maaf.

Pembangunan Kembali oleh Belanda

Pada 9 Oktober 1879, Belanda mulai membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman. Jenderal Van Der Heyden dan Tengku Qadhi Malikul Adil meletakkan batu pertama pembangunan, yang selesai pada 27 Desember 1881, saat pemerintahan Sultan Muhammad Daud Syah, sultan terakhir Kesultanan Aceh.

Namun, awalnya banyak masyarakat Aceh yang enggan beribadah di masjid baru ini karena dibangun oleh Belanda, musuh mereka saat perang. Seiring waktu, masjid ini justru menjadi kebanggaan masyarakat Banda Aceh dan menjadi pusat keislaman di daerah tersebut.

Baca Juga  Real Madrid vs Manchester City di 16 Besar Liga Champions: Jadwal, Potensi Lawan, dan Analisis Kekuatan

Pada awalnya, Masjid Raya Baiturrahman hanya memiliki satu kubah dan satu menara. Namun, seiring waktu, masjid ini mengalami beberapa renovasi besar. Tahun 1935, 1957, dan 1982, penambahan kubah dan menara baru.

Tahun 1957, jumlah kubah bertambah menjadi lima sebagai simbol Pancasila di Aceh. Saat ini, masjid memiliki tujuh kubah dan delapan menara, menjadikannya masjid dengan menara tertinggi di Banda Aceh.

Bertahan dari Tsunami 2004

Ketangguhan Masjid Raya Baiturrahman semakin terbukti saat tsunami dahsyat melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Masjid ini tetap berdiri kokoh, hanya mengalami keretakan kecil pada beberapa dinding dan menara.

Selama bencana, masjid ini menjadi tempat perlindungan bagi warga yang selamat, sebelum akhirnya dibuka kembali untuk ibadah setelah dua minggu pasca-tsunami.

Wisata Religi Banda Aceh

Banda Aceh, yang juga dikenal sebagai Serambi Mekkah, memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Selain Masjid Raya Baiturrahman, tempat ini juga dikenal karena Museum Tsunami Aceh dan Museum Rumoh Aceh.

Museum Tsunami Aceh merupakan bangunan monumental yang dibangun untuk mengenang tragedi tsunami 26 Desember 2004 yang menewaskan lebih dari 230 ribu jiwa di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dirancang oleh Ridwan Kamil, arsitek asal Bandung, museum ini memiliki luas 2.500 m² dan terdiri dari empat lantai dengan desain arsitektur unik yang penuh makna.

Museum Tsunami Aceh memiliki elemen unik yang difungsikan sebagai pengingat. Diantaranya Lorong Gelap dan Dinding Air yang menggambarkan kepanikan saat tsunami menerjang.

Baca Juga  Inovasi Budaya Kerja Berbuah Prestasi, Bank Danamon Sabet Dua Penghargaan di Employee Experience Awards 2026

Lalu Relief Geometris dan Tari Saman, melambangkan kekuatan, kedisiplinan, dan spiritualitas masyarakat Aceh. Atap Bergelombang, terinspirasi dari bentuk ombak laut. Kemudian Lantai Dasar Mirip Rumah Panggung yang terinspirasi dari rumah adat Aceh yang tahan tsunami.

Museum ini juga menjadi pusat edukasi dan tempat perlindungan darurat jika bencana serupa terjadi kembali. Nama-nama korban dicantumkan di salah satu ruangan terdalam sebagai bentuk penghormatan.

Sementara Museum Rumoh Aceh didirikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banda Aceh pada tahun 1915. Uniknya, bangunan ini pertama kali dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda di Semarang pada tahun 1914, sebelum akhirnya dipindahkan ke Aceh.

Museum Rumoh Aceh memiliki keunikan antara lain tinggi pintu 120-150 cm. Sehingga setiap tamu harus menunduk saat masuk, melambangkan rasa hormat kepada tuan rumah, tanpa memandang status sosial.

Lalu Tiga Ruangan Utama, Seuramoë Keuë (Serambi Depan), Berisi pajangan dan peralatan seni musik. Kedua Seuramoë Teungoh (Serambi Tengah) yang memajang lukisan para pahlawan Aceh. Dan ketiga, Seuramoë Likôt (Serambi Belakang), Berisi peralatan dapur tradisional Aceh.

Museum ini menjadi tempat terbaik untuk memahami kehidupan masyarakat Aceh di masa lampau, baik dari segi budaya, arsitektur, maupun nilai-nilai sosialnya.

Banda Aceh menawarkan wisata sejarah dan religi yang begitu kaya. Masjid Raya Baiturrahman menggambarkan kejayaan Islam di Aceh, Museum Tsunami menjadi saksi ketahanan masyarakat terhadap bencana, dan Museum Rumoh Aceh merefleksikan warisan budaya yang masih terjaga.

Bagi wisatawan yang ingin menyelami keindahan dan sejarah Aceh, ketiga tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Banda Aceh Cerita Masjid headline Ridwan Kamil tsunami

Berita Lainnya

Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Ilustrasi staf PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Borong 6 Penghargaan Global Digital CX Awards 2026, Sukses Pacu Transaksi Digital hingga 99 Persen

15 Juli 2026
IKEA Indonesia memperluas bantuan program Matching Donations ke 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Aceh Tamiang, guna percepatan pemulihan pascabanjir.

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, IKEA Indonesia Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Ratusan Keluarga

13 Juli 2026
PT Bank Danamon Indonesia Tbk raih dua penghargaan di Employee Experience Awards 2026 atas inovasi onboarding dan program apresiasi talenta.

Inovasi Budaya Kerja Berbuah Prestasi, Bank Danamon Sabet Dua Penghargaan di Employee Experience Awards 2026

13 Juli 2026
Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) ke-17 di Surabaya

Culture Night Surabaya 2026: 14 Delegasi Seni Dunia dan Domestik Pukau Ribuan Pengunjung

12 Juli 2026
VinFast meluncurkan program sewa kendaraan listrik Herio Green dan Limo Green di Jabodetabek untuk menekan biaya operasional pengemudi online.

Solusi Hemat Pengemudi: VinFast Hadirkan Program Sewa Mobil Listrik Murah untuk Genjot Pendapatan

10 Juli 2026
Ditres PPA & PPO Polda Metro Jaya membongkar praktik TPPO di Tamansari dan Cibitung. Lima korban diselamatkan dan puluhan orang menjalani pemeriksaan.

Polda Metro Jaya Ungkap Jaringan Kasus TPPO Lokasari dan Bekasi, Puluhan Korban Eksploitasi Diamankan

10 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Ilustrasi staf PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

BCA Borong 6 Penghargaan Global Digital CX Awards 2026, Sukses Pacu Transaksi Digital hingga 99 Persen

15 Juli 2026
IKEA Indonesia memperluas bantuan program Matching Donations ke 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Aceh Tamiang, guna percepatan pemulihan pascabanjir.

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Tamiang, IKEA Indonesia Perluas Aksi Kemanusiaan untuk Ratusan Keluarga

13 Juli 2026
Berita Lainnya
newjeans

NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!

18 Juli 2026
PHI dan PHSS resmi menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode 2026–2028 untuk perkuat hubungan industrial dan produksi migas nasional.

Pertamina Hulu Indonesia dan Serikat Pekerja Sepakati Perjanjian Kerja Baru demi Ketahanan Energi

17 Juli 2026
OCBC Indonesia

Kinerja AUM Melesat, OCBC Indonesia Raih Penghargaan Best Private Bank 2026 dari Global Banking & Finance

17 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.