London (pilar.id) – Tottenham Hotspur resmi mengumumkan perekrutan permanen Mathys Tel dari Bayern Munich dengan nilai transfer sebesar £29,8 juta. Pemain muda asal Prancis ini menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi enam tahun yang akan mengikatnya di London Utara hingga Juni 2031.
Transfer ini juga menjadi penandatanganan pertama Thomas Frank sebagai pelatih kepala baru Spurs, menggantikan Ange Postecoglou. Menariknya, Tel sebelumnya sudah bergabung dengan Tottenham sejak Januari lalu dengan status pinjaman — kesepakatan yang sejak awal dirancang menjadi permanen oleh Postecoglou.
Thomas Frank dikabarkan menyetujui kelanjutan rencana tersebut, dan manajemen klub segera mengamankan Tel secara penuh sebagai bagian dari rencana jangka panjang klub.
Performa Menjanjikan di Musim Pertama
Selama musim 2024/25, Mathys Tel tampil dalam 20 pertandingan di semua kompetisi bersama Spurs. Ia mencetak tiga gol dan menyumbang satu assist.
Meski kontribusi langsungnya terhadap gol terbilang minim, Tel menciptakan total 20 peluang — enam di antaranya digolongkan sebagai big chance. Ia juga mencatatkan 1,5 expected assists (xA), menunjukkan potensi kreativitas yang masih bisa dikembangkan.
Salah satu momen paling menonjol Tel terjadi pada April 2025, ketika ia mencetak gol dalam dua pertandingan Premier League berturut-turut melawan Southampton dan Wolverhampton.
Pencapaian tersebut menjadikannya remaja kelima dalam sejarah Tottenham yang mampu mencetak gol beruntun di liga, dan yang pertama sejak Dele Alli melakukannya pada Februari 2016.
Langkah Strategis Spurs di Era Baru
Langkah permanen ini menandai awal proyek baru Tottenham di bawah arahan Thomas Frank, yang sebelumnya sukses menangani Brentford. Fokus terhadap pengembangan pemain muda dan membangun tim jangka panjang tampaknya menjadi visi utama manajemen Spurs.
Mathys Tel, yang baru berusia 20 tahun, dianggap sebagai investasi potensial dengan kapasitas untuk menjadi pilar masa depan klub. Dengan latar belakang dari akademi Rennes dan pengalaman bersama Bayern Munich, ia membawa kombinasi bakat mentah dan pengalaman di level tertinggi. (wid/hdl)









