Madrid (pilar.id) – Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, berbicara blak-blakan mengenai sisi gelap dunia sepak bola profesional yang jarang diketahui publik. Dalam sebuah wawancara, penyerang asal Prancis itu mengaku bahwa kehidupan seorang atlet top jauh dari kata indah.
Mbappe menegaskan, jika bukan karena cintanya pada olahraga ini, ia sudah lama meninggalkan sepak bola.
“Saya fatalis terhadap dunia sepak bola, tapi tidak terhadap hidup. Hidup itu indah. Sepak bola ya begitulah adanya. Penonton yang datang ke stadion beruntung hanya menyaksikan pertandingan tanpa tahu apa yang terjadi di balik layar. Sejujurnya, jika bukan karena passion ini, dunia sepak bola sudah membuat saya muak sejak lama,” ungkap Mbappe.
Konflik dengan PSG dan Masalah Hukum
Mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu kini sedang terlibat kasus hukum terkait klaim tunggakan gaji senilai €55 juta (sekitar Rp965 miliar). Sengketa ini menambah panjang daftar masalah antara Mbappe dan manajemen PSG, yang berakhir dengan perpisahan tidak harmonis.
Ia juga menyinggung tentang dampak besar uang dalam sepak bola modern. Katanya, semakin banyak uang yang dimiliki, semakin banyak pula masalah yang datang.
Tak hanya di level klub, Mbappe mengaku turnamen internasional juga bisa menguras energi dan mental pemain. Selama kompetisi internasional, kata dia, selalu ada titik jenuh.
Ia merasa seperti ‘terkunci’ selama 60 hari. Saat Piala Dunia, dunia seakan berhenti. Antara semifinal dan final, Anda berpikir: ini pertandingan terbesar dalam hidup, tapi nyatanya ia malah ingin cepat selesai agar tahu hasilnya dan bisa lanjut.
Meski begitu, Mbappe menegaskan dirinya masih memiliki gairah besar terhadap sepak bola, terutama untuk laga-laga besar. Katanya, lelah bukan berarti tidak mencintai apa yang dilakukan. Ia masih gila dengan sepak bola. Ia bahkan masih bermimpi tentang final Piala Dunia.
Setelah sempat diragukan akibat awal yang lambat bersama Real Madrid dan kegagalan di Euro bersama timnas Prancis, Mbappe kini mulai kembali menunjukkan performa terbaiknya. Namun, pernyataannya ini menggambarkan bahwa tekanan sebagai salah satu pesepak bola paling terkenal di dunia tidak pernah benar-benar hilang. (mad/hdl)










