Manggarai Barat (pilar.id) – Memberikan pelayanan masyarakat merupakan salah satu tugas utama bagi pemerintah termasuk di tingkat Pemerintahan Desa. Untuk memberikan pelayanan yang maksimal menuju Desa Pintar (Smart Village), Desa Siru di Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), lakukan digitalisasi pelayanan masyarakat.
“Digitalisasi desa merupakan sebuah konsep yang menerapkan teknologi informasi dalam pelayanan masyarakat menggunakan Sistem Informasi Desa (SID),” kata Kepala Desa Siru Sumardi ketika dihubungi dari Labuan Bajo, NTT, Sabtu (16/7/2022).
Dia menjelaskan desa pintar merupakan sebuah konsep yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mengintegrasikan seluruh infrastruktur dan pelayanan pemerintah desa atas warganya.
Penerapan konsep desa pintar dalam sebuah perencanaan pembangunan desa ini bertujuan untuk mewujudkan pemerintahan desa yang tidak hanya inovatif, tapi juga berkelanjutan.
Di samping itu, desa pintar juga dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengintegrasikan elemen pemerintahan, ekonomi, kualitas hidup, lingkungan, dan sumber daya manusia.
Melalui laman www.siru.desa.id, data kependudukan meliputi identitas diri, nomor induk kependudukan, alamat, hubungan keluarga, pendidikan, agama, dan semua informasi pembangunan masyarakat bisa diakses.
Dia menyebut digitalisasi desa membantu masyarakat dengan layanan digital di desa menuju desa pintar.
“Sekarang kita lagi proses pengajuan QRCode via Dinas Kominfo dan nantinya kita akan buat web market place, tempat untuk menjual produk-produk desa,” ucapnya.
Dia berharap adanya peran aktif dan partisipasi masyarakat dalam mengelola desa. Dengan demikian, adanya interaksi yang lebih dinamis dan erat antara warga masyarakat dengan penyedia layanan (pemerintah).
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Manggarai Barat Melkior Nurdin mengatakan pertanggungjawaban keuangan desa dilakukan lewat aplikasi Siskudes atau Sistem Keuangan Desa.
Namun, semuanya belum bisa dilakukan secara daring karena akses baik infrastruktur yakni perangkat dan jaringan belum merata.
“Website mandiri itu masih Desa Siru,” katanya dan menambahkan, apabila sudah ada akses perangkat ke desa, maka sistem daring itu sudah bisa dijalankan dengan maksimal. (fat)

