Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2
  • KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan
  • VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper
  • Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman
  • NewJeans Vakum, Right Now Tembus 100 Juta Streaming Spotify: Katalog Musik Mereka Masih Mendunia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Menyeduh Mimpi dari Kisah Moby Dick dan Penghormatan pada Kearifan Lokal

Menyeduh Mimpi dari Kisah Moby Dick dan Penghormatan pada Kearifan Lokal

Esai Hendro D. Laksono17 Maret 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Starbucks
Ilustrasi Starbucks (artwork: Hendro D. Laksono)

Siang hari jelas bukan waktu yang tepat untuk menikmati secangkir kopi. Tapi bagi pengunjung Starbucks, pagi, siang, dan malam, sejatinya cuma fragmen waktu. Dan itu tidak ada hubungannya dengan kenikmatan secangkir kopi.

Karena di gerai kopi jaringan Starbucks Corporation, perusahaan di Seattle, Washington, Amerika Serikat ini, kopi jadi komoditi yang bisa muncul dalam berbagai bentuk dan rupa. Mau panas atau dingin, mau dalam cangkir atau gelas, semua soal selera.

Dan percayalah, gagasan ini dimulai saat Starbucks Corporation menyempurnakan bisnisnya di tahun 1987, saat perusahaan ini diambil alih oleh seorang pengusaha bernama Howard Schultz.

Saat itu, Schultz melihat potensi besar dalam merek Starbucks dan mengambil alih kepemilikan perusahaan tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Starbucks berkembang pesat dan mulai membuka cabang di seluruh Amerika Serikat dan kemudian di seluruh dunia.

Starbucks sendiri berdiri pada tahun 1971, atas inisiatif Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker. Saat itu ketiganya dikenal sebagai pengusaha kopi. Mereka bertemu saat kuliah di Universitas San Francisco dan memiliki minat yang sama terhadap kopi.

Jerry Baldwin adalah seorang guru bahasa Inggris yang memiliki minat yang kuat dalam kopi. Ia adalah orang yang pertama kali membeli biji kopi dari Alfred Peet, seorang pemanggang kopi terkenal yang memiliki toko kopi di Berkeley, California. Baldwin kemudian membuka toko kopi kecil di Seattle bersama Siegl dan Bowker.

Zev Siegl adalah seorang mantan jurnalis dan juga memiliki minat yang besar dalam kopi. Ia bertanggung jawab untuk merancang logo Starbucks dan memilih nama perusahaan. Nama “Starbucks” sendiri berasal dari sebuah novel berjudul Moby Dick karya Herman Melville.

 Ia bertanggung jawab untuk merancang logo Starbucks dan memilih nama perusahaan. Nama “Starbucks” sendiri berasal dari sebuah novel berjudul Moby Dick karya Herman Melville.

Sementara Gordon Bowker adalah seorang penulis dan juga memiliki minat dalam kopi. Ia bertanggung jawab untuk menyusun rencana bisnis awal untuk Starbucks dan membantu menemukan lokasi pertama toko kopi Starbucks di Pike Place Market di Seattle.

Meskipun Baldwin, Siegl, dan Bowker awalnya hanya memiliki pengalaman yang terbatas dalam bisnis kopi, mereka memiliki minat dan dedikasi yang besar terhadap industri kopi dan berhasil mengembangkan merek Starbucks menjadi salah satu merek kopi terbesar dan paling terkenal di dunia.

Memasuki tahun 1980-an, Starbucks tumbuh dengan cepat dan membuka beberapa cabang baru di Seattle. Kemudian, pada tahun 1987, perusahaan ini diambil alih oleh seorang pengusaha bernama Howard Schultz.

Konon, Schultz melihat potensi besar dalam merek Starbucks dan mengambil alih kepemilikan perusahaan tersebut. Sebelumnya, ia dikenal sebagai orang penting di perusahaan kopi asal Milan, Italia bernama Il Giornale.

Baca Juga  Daftar Tenant atau Stan yang Terkonfirmasi di The Park Mall Semarang, Matahari - Starbucks masuk?

Setelah mengambil alih kepemilikan Starbucks, Schultz mulai merubah strategi bisnis perusahaan dan mengembangkan jaringan toko Starbucks ke seluruh dunia. Schultz juga mengubah fokus Starbucks dari hanya menjual biji kopi menjadi toko kopi yang menyajikan berbagai jenis minuman kopi dan makanan ringan. Dalam kepemilikan Schultz, Starbucks tumbuh menjadi merek kopi terbesar dan paling terkenal di dunia.

Di tangannya, Starbucks memasuki fase baru, menjadi salah satu merek kopi terbesar di dunia dengan ribuan toko di lebih dari 80 negara.

Meskipun awalnya hanya menawarkan beberapa minuman kopi sederhana, Starbucks sekarang menawarkan berbagai macam minuman kopi, teh, dan makanan ringan serta memiliki beberapa inovasi seperti kopi beku, minuman boba, dan produk-produk lain yang berbeda dari kopi pada umumnya.

Latar belakang Schultz yang kuat di industri kopi Italia memberi pengaruh cukup signifikan dalam beberapa aspek bisnis Starbucks. Salah satu yang paling terlihat adalah menu minuman kopi yang disajikan oleh Starbucks.

Hendro D. Laksono
Hendro D. Laksono, Redaktur Pelaksana Pilar.ID

Setelah mengambil alih kepemilikan Starbucks pada tahun 1987, Schultz mengubah fokus bisnis Starbucks dari hanya menjual biji kopi menjadi sebuah kedai kopi yang menyajikan berbagai jenis minuman kopi dan makanan ringan. Salah satu minuman yang diperkenalkan oleh Schultz adalah cappuccino, latte, dan espresso, yang merupakan minuman khas Italia.

Namun, cita rasa kopi yang dijual oleh Starbucks tetap berbeda dengan kopi yang biasa diminum di Italia, karena Starbucks masih menyesuaikan rasa kopi dengan selera pasar Amerika Serikat.

Meskipun demikian, Schultz berusaha untuk menjaga kualitas kopi yang disajikan oleh Starbucks dengan memperkenalkan konsep kopi spesialitas, yaitu kopi yang berasal dari biji kopi berkualitas tinggi yang diproses dengan cara yang tepat untuk menghasilkan cita rasa kopi yang unik dan berbeda.

Schultz pensiun dari jabatannya sebagai CEO pada tahun 2017 dan digantikan oleh Kevin Johnson, lelaki ulet yang memiliki latar belakang yang kuat di bidang teknologi dan bisnis. Sebelum menjadi CEO Starbucks pada tahun 2017, Johnson menjabat sebagai CEO Juniper Networks, sebuah perusahaan teknologi jaringan yang berbasis di California.

Sebelum itu, Johnson bekerja di Microsoft selama lebih dari 16 tahun, di mana ia memegang berbagai jabatan penting, termasuk sebagai Presiden Divisi Platform dan Layanan Microsoft serta sebagai Wakil Presiden Senior Microsoft.

Karir Johnson di Microsoft dimulai pada tahun 1992 ketika ia bergabung dengan perusahaan tersebut sebagai Manajer Bisnis untuk produk Microsoft Windows. Selama karirnya di Microsoft, Johnson terlibat dalam pengembangan banyak produk inovatif, termasuk Microsoft Office, Windows, dan platform Azure.

Dengan pengalaman dan keahlian di bidang teknologi dan bisnis, Johnson dipercaya untuk memimpin Starbucks dalam memperkuat posisi merek kopi terbesar di dunia dan menghadapi tantangan industri kopi modern yang semakin kompetitif.

Baca Juga  Rayakan Hari Jadi, Starbucks Perkuat Dukungan pada Lingkungan dan Petani Kopi di Indonesia

Namun, Schultz tetap memegang peran penting dalam perusahaan sebagai Ketua Emeritus Dewan Direksi Starbucks dan masih terlibat dalam beberapa inisiatif dan program sosial Starbucks, seperti program pelatihan keterampilan bagi para pemuda dan pengembangan kopi berkelanjutan di seluruh dunia.

Ia juga terus mengingatkan pentingnya mendukung petani kopi lokal di daerah-daerah di mana mereka beroperasi. Di antaranya dengan membeli kopi sebagai bentuk etis dan pertanggungjawaban sosial pada lingkungan dengan memberikan manfaat kepada petani kopi dan komunitas di mana mereka hidup.

Dalam program ini, Starbucks bekerja sama dengan organisasi non-profit, pemerintah, dan petani kopi lokal untuk meningkatkan kualitas hidup petani kopi, membantu meningkatkan produksi kopi berkualitas tinggi, dan memastikan bahwa petani kopi menerima harga yang adil untuk produk mereka.

Selain itu, Starbucks juga mengembangkan program Starbucks Reserve, di mana mereka menyajikan kopi dari daerah-daerah tertentu yang memiliki cita rasa unik dan berkualitas tinggi. Starbucks bekerja sama dengan petani lokal untuk menemukan biji kopi yang berkualitas tinggi dan memberikan dukungan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah produksi mereka.

Di antaranya dengan membeli kopi sebagai bentuk etis dan pertanggungjawaban sosial pada lingkungan dengan memberikan manfaat kepada petani kopi dan komunitas di mana mereka hidup.

Sikap ‘tradisional’ Howard Schultz kerap memicu konflik internal. Misalnya di tahun 2007, ia mengkritik kebijakan perusahaan yang memperkenalkan mesin otomatis untuk menyajikan espresso, yang dianggapnya mengurangi interaksi antara barista dan pelanggan serta mengurangi kualitas minuman kopi.

Schultz khawatir, langkah ini hanya membuat perusahaan ini kehilangan jiwa. Tak lama, ia pun memutuskan untuk mengambil alih kembali kepemimpinan Starbucks untuk mengembalikan fokus pada pengalaman pelanggan dan kualitas produk.

Tidak hanya konflik antara pimpinan perusahaan, tetapi ada juga konflik antara Starbucks dan berbagai kelompok aktivis seperti gerakan lingkungan dan gerakan buruh.

Sebagai perusahaan multinasional yang besar, Starbucks menghadapi tekanan dari berbagai kelompok untuk mengubah kebijakan mereka terkait masalah lingkungan dan hak pekerja.

Beberapa aksi protes dan boikot pernah dilakukan terhadap Starbucks, tetapi perusahaan ini juga memperkenalkan kebijakan dan program-program sosial yang bertujuan untuk memperbaiki citra perusahaan dan memenuhi harapan publik.

Apapun, sejak 1971 hingga kini, Starbucks tetap melangkah pasti. Menjadi gerai kopi modern, tapi memegang teguh sistem nilai yang oleh sebagian orang dianggap ketinggalan jaman dan menghabiskan biaya besar. “Sukses akan terasa dangkal jika kita tidak memiliki makna emosional,” kata Schultz suatu saat.

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
bisnis kopi Starbucks

Berita Lainnya

Daftar Tenant atau Stan yang Terkonfirmasi di The Park Mall Semarang, Matahari – Starbucks masuk?

15 Februari 2023

Produk Starbucks Sachet dari Turki Belum Dapat Izin Edar BPOM

27 Desember 2022

Harga Jual Lebih Tinggi, Sistem Petik Merah Jadi Favorit Petani Kopi

26 November 2022

Diisi Para Barista Tunarungu, Starbuck akan Buka Gerai di Akhir Tahun 2022

28 Oktober 2022

Semakin Mudah Dijangkau, Starbucks Rilis Produk Kemasan Kaleng

24 September 2022

Adik Bonge tak Ingin Citayam Fashion Week Pindah Lokasi, Ini Alasannya

26 Juli 2022

Rayakan Hari Jadi ke-20, Starbucks Buka Gerai Baru di Kota Cimahi

25 Juni 2022

Miliki Hampir 2.000 Karyawan, Starbucks Corp Nyatakan akan Keluar dari Rusia

24 Mei 2022

Rayakan Hari Jadi, Starbucks Perkuat Dukungan pada Lingkungan dan Petani Kopi di Indonesia

17 Mei 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Lionel Messi (sumber foto: facebook @AFASeleccionEN)

Messi Persembahkan Kemenangan Argentina atas Inggris untuk Suporter, Albiceleste Tantang Spanyol di Final

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kia Sales Indonesia menggelar The all-new Seltos Driving Experience rute Jakarta-Bogor untuk menguji performa mesin Smartstream 1.5L dan fitur ADAS Level 2.

Uji Ketangguhan The All-New Seltos Rute Jakarta-Bogor: Buktikan Kenyamanan Premium dan Fitur ADAS Level 2

19 Juli 2026
Denny Deng, President of Huawei Asia Pacific Carrier Business

KTT Pengembangan Broadband APAC 2026 di Bangkok: Rancang Infrastruktur Jaringan Berbasis AI Masa Depan

18 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.