Banyumas (pilar.id) – Kehadiran Hetero Space sebagai ruang pengembangan inovasi dan kreativitas melahirkan manfaat bagi 250 ribu orang di Jawa Tengah.
Berdasarkan data, 3 ribu member, 13 ribu visitor, 300 program, 500 komunitas lokal, 2.500 start up, 100 perusahaan hingga seribu event tergabung dalam coworking space ini.
Salah seorang usahawan asal Banjarnegara yang turut merasakan manfatnya ialah Nur Fitriyana. Warga Desa Lengkong, Kecamatan Rakit, Banjarnegara ini berhasil membuat omzet usahanya meroket hingga 80 persen.
Melalui ilmu yang Fitri didapatkan dari Hetero Space, usaha kripik tempe “Kriptes” yang dirintis sejak 2012 ini mengalami pertumbuhan yang baik dan pesat.
“Dulu, manajemennya masih dilakukan secara manual dan tradisional. Tapi setelah diajari sebelumnya pakai buku sekarang pakai laptop,” jelasnya saat peresmian Hetero Space oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Jumat (16/12/2022).
Fitri menyebut ilmu-ilmu yang didapatkan seperti manajemen marketing digital, manajemen keuangan, kualitas produk dan juga packaging. Selain itu, Fitri juga turut mempraktikkan proses pemasaran produknya dihadapan Ganjar.
“Sampai tahun 2017, saya rajin ikut pelatihan-pelatihan, termasuk di Hetero Space,” kenangnya.
Pelatihan tersebut, kata Fitri membuat omzet yang sebelumnya Rp 3 juta per bulan, melonjak hingga 80 persen.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan Hetero Space memang diperuntukkan sebagai ruang berproses dan mendorong anak-anak kreatif dan inovatif untuk saling bersinergi.
“Kita buka lebih banyak tempat, lebih banyak fasilitas untuk mendorong anak-anak kreatif bisa usaha dan bisa berkolaborasi,” tuturnya.
Diketahui, Hetero Space di Banyumas merupakan ruang kreatif ketiga setelah sebelumnya tempat serupa juga diresmikan di Semarang dan Solo.
“Setelah Semarang dan Solo, hari ini di Banyumas. Dan di Banyumas ini agak spesial karena luas sekali,” pungkasnya. (riz/hdl)










