Jakarta (pilar.id) – Kepala Suku Besar Mairasi Yordan Oruw resmi dilantik, Jumat (5/8/2022) malam. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Adat Kaimana Yohan Warfete dan Bupati Kaimana Freddy Thie.
Freddy Thie mengatakan, masyarakat adat memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi daerah tersebut. Kabupaten Kaimana yang sangat kaya dengan kekayaan alam butuh dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat adat.
Prosesi adat pengukuhan Kepala Suku Besar Mairasi merupakan momentum yang berharga dan sarat akan nilai. Menurut Freddy Thie, momen tersebut bukan hanya sekadar ritual semata tapi menjadi bukti eksistensi Suku Besar Mairasi.
“Ini menjadi bukti bahwa anak cucu Mairasi hingga hari ini masih terus eksis dalam merawat nilai-nilai kebaikan leluhur,” kata Freddy, Minggu (7/8/2022).
Tak lupa, Freddy menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Yordan Oruw yang telah resmi dilantik sebagai Kepala Suku Besar Mairasi. Yordan sendiri terpilih sebagai Kepala Suku yang baru melalui hasil Musyawarah Adat Suku Mairasi, Desember 2021 lalu.
“Mewakili seluruh masyarakat Kaimana, saya mengucapkan selamat dan sukses atas dilantik dan dikukuhkannya Bapak Yordan Oruw,” kata dia.
Freddy mengajak seluruh masyarakat adat untuk terus bersama-sama mengawal agenda-agenda pembangunan daerah. “Tanpa bantuan bapa mama dorang tentu akan sulit untuk kami capai,” paparnya.
Untuk diketahui, suku Mairasi merupakan suku asli terbesar yang mendiami Kabupaten Kaimana. Diperkirakan, jumlah penduduk suku Mairasi sebanyak 5.000 jiwa. Mereka tersebar di beberapa tempat, seperti Kensi atau Asira Distrik Teluk Arguni hingga Distrik Naikere Kabupaten Teluk Wondana.
Pengukuhan Kepala Suku Mairasi ditandai dengan pengalungan noken, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Ororo. Menurut penjelasan, Ororo merupakan simbol untuk mengingatkan anak adat suku Mairasi bahwa leluhur telah menjadikan rakit sebagai satu-satunya sarana untuk mencari nafkah. (Akh/din)

