Bondowoso (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung progres pelebaran jalan pada ruas Buduan–Batas Kabupaten Bondowoso (Link 35.061), Sabtu (27/9). Proyek ini telah mencapai realisasi fisik sebesar 34,88 persen, lebih tinggi dari target 33,14 persen, dan ditargetkan rampung sebelum beroperasinya Exit Tol Besuki pada Proyek Tol Probowangi.
Didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja, Gubernur Khofifah memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana. Proyek dengan anggaran APBD Pemprov Jatim sebesar Rp11,779 miliar ini meliputi pelebaran bahu jalan 1–2 meter, penguatan bahu jalan dengan beton, pembangunan dinding penahan tanah, rekondisi badan jalan, serta overlay sepanjang 6,25 kilometer.
Khofifah menegaskan pelebaran jalan ini sangat vital sebagai antisipasi lonjakan volume kendaraan setelah pintu tol Besuki diresmikan. Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan sebagai jalur alternatif ketika Jalan Nasional Gumitir ditutup total, sehingga arus kendaraan beralih ke jalur provinsi yang melintasi Buduan.
“Insya Allah semuanya masih on the track. Saat Tol Probowangi sudah diresmikan, kita sudah bersiap. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung kelancaran transportasi, tetapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan timur Jawa,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur jalan akan memberi manfaat jangka panjang bagi aksesibilitas wilayah Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. “Mari kita kawal bersama proyek ini semoga membawa kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (rio)










