Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini
  • Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Ekonomi»Bisnis»Peluang Membentang dari Budi Daya Tanaman Endemik

Peluang Membentang dari Budi Daya Tanaman Endemik

Bisnis Retno Wulandari1 Februari 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pasar Bunga Bratang
Beragam bunga dipajang di tiap outlet dalam Pasar Bunga Bratang, Surabaya (foto : Patrik Cahyo Lumintu | www.pilar.id)

Jakarta (pilar.id) – Merintis usaha di tengah pandemi Covid-19? Pertanyaan sinis ini mungkin akan meluncur dari orang-orang di sekitar kita. Tepatnya, saat melihat orang lain nekad menjajaki peluang atau bisnis baru.

Padahal, cukup masuk akal, dalam kondisi apapun, banyak peluang membentang di sekitar kita. Salah satunya, bisnis tanaman hias. Bisnis ini trennya justru meningkat saat sebagian orang menghabiskan waktu di rumah karena kebijakan pembatasan mobilitas.

Berkebun atau memelihara tanaman hias memang dapat menjadi salah satu pilihan yang paling digemari masyarakat saat pandemi.

Itu sebabnya, ekspor tanaman hias Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan mencapai 69,7 persen atau senilai 10,77 juta Dollar AS di sepanjang Januari hingga September 2021, dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Komponen ekspor tanaman hias Indonesia ini didominasi oleh produk bunga dan kuncup bunga potong segar dengan porsi sebesar 26,92 persen diikuti oleh lumut mosse dan lichen 22,54 persen serta tanaman hias jenis lainnya 50,53 persen.

Dijelaskan Kepala Divisi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank (IEB) Institute Rini Satriani, sejak akhir tahun lalu telah mengatakan bahwa aktivitas masyarakat dunia yang berangsur meningkat berdampak positif untuk ekspor tanaman hias Indonesia yang tumbuh 69,73 persen.

Selama periode Januari-September 2021, Jepang tercatat sebagai negara tujuan ekspor utama tanaman hias asal Indonesia dengan pangsa sebesar 32,23 persen diikuti Singapura 15,55 persen, Amerika Serikat 13,12 persen, Belanda 13,03 persen, dan China 5,60 persen.

Sementara itu, peningkatan nilai ekspor tanaman hias pada periode Januari-September 2021 mampu dicatatkan oleh Jepang sebesar 31,72 persen (yoy) menjadi 3,47 juta dolar AS yang didorong oleh ekspor produk lumut mosse dan lichen.

Selanjutnya, pertumbuhan nilai ekspor diikuti oleh Singapura sebesar 97,37 persen (yoy) atau menjadi 1,67 juta dolar AS didorong oleh ekspor tanaman cangkok dan bunga potong karena adanya permintaan masyarakat untuk karangan bunga dalam upacara perayaan dan tujuan dekoratif.

Berdasarkan data dari trademap.org yang dihimpun LPEI, peningkatan impor produk tanaman hias pada 2020 tercatat paling tinggi di Belanda yang naik 134,76 juta dolar AS, Inggris naik 65,68 juta dolar AS, Italia naik 59,62 juta dolar AS, Denmark naik 37,28 juta dolar AS dan Jerman naik 28,15 juta dolar AS.

Selama 2020, terdapat 70 eksportir tanaman hias asal Indonesia yang menangkap peluang di tengah pandemi ini yang berdasarkan informasi dari Panjiva, Provinsi Jawa Barat mencatatkan jumlah eksportir tanaman hias paling banyak di Indonesia yaitu 25 eksportir.

DKI Jakarta menempati posisi kedua sebanyak 19 eksportir kemudian diikuti oleh Jawa Tengah tujuh eksportir, Banten enam eksportir, dan Jawa Timur empat eksportir.

Mayoritas pelaku usaha tanaman hias itu didominasi oleh kelompok eksportir dengan nilai ekspor di bawah 100 ribu dolar AS per tahunnya dan produk unggulan berupa bunga dan kuncup bunga potong segar, lumut mosse dan lichen serta tanaman hias jenis lainnya.

Memulai Usaha

Setelah melihat peluang pasar tanaman hias inilah sejumlah pelaku tanaman hias misalnya saja nursery (pembibitan) di Ragunan, Jakarta Selatan, Plan the Plants bertekad untuk menjadi eksportir tanaman hias ke mancanegara.

Tanaman hias yang dibudidayakan pembibitan itu kini telah merambah pasar mancanegara, di antaranya kawasan Asia dan Eropa. Uniknya mereka fokus membudidayakan tanaman endemik Indonesia.

Andri Satriawan pemilik Plan the Plants mengisahkan, awal mula ia berbisnis tanaman hias pada Juli 2020. Berawal dari orangtuanya yang menyukai tanaman hias, Andri pun lantas tertarik menekuni bisnis tersebut.

Karena orang tua menyukai tanaman hias itulah, ia melihat ada peluang pasar sampai akhirnya ia memberanikan diri membuka usaha di bidang tanaman hias sendiri.

Melihat potensi penjualan tanaman hias yang semakin digandrungi kemudian, Andri bersama tim mulai merintis usaha tanaman hias sebagai reseller dengan bendera perusahaan Plan the Plants.

Mengenal Tanaman Endemik

Seiring berjalannya waktu, Plan the Plants yang beralamat di kawasan Taman Anggrek Ragunan, Jakarta Selatan ini mendapat tempat di hati penggemar tanaman hias. Kini, Plan the Plants telah membudidayakan sendiri sejumlah tanaman hias endemik di Indonesia.

Ia saat ini membudidayakan sendiri tanaman endemik yang ada di Indonesia untuk di jual di dalam negeri maupun pasar mancanegara.

Ada banyak hal yang ditawarkan Plan the Plants. Di antaranya tata ruang perkantoran, individu atau rumahan, kebun vertikal, dan penjualan tanaman hias. Plan the Plants juga menawarkan jasa penyewaan tanaman hias.

Untuk penyewaan biasanya untuk tata ruang perkantoran. Jasa home service pun tersedia bagi pelanggan, khususnya perkantoran yang menggunakan jasa sewa tanaman untuk perkantoran serta jasa pengiriman bagi pelanggan di area Jakarta dan sekitarnya.

Bahkan ia juga menggarap pasar daring melalui marketplace (lokapasar) dan media sosial. Berbagai macam tanaman mulai dari tanaman hias umum atau relatif murah, hingga tanaman hias koleksi atau relatif mahal disediakan untuk calon pelanggannya. Bahkan hingga jenis tanaman hias terlaris yaitu yang berukuran medium seperti Monstera Variegata.

Bersama dengan para pelaku usaha tanaman hias yang lain, Andri meyakini bahwa bisnis tersebut akan sangat prospektif dalam beberapa waktu ke depan.

Sebab bukan semata penyuka tanaman yang menjadi pasar mereka melainkan juga industri farmasi dan kosmetik yang memerlukan pasokan secara rutin dalam jumlah yang amat besar. (ret/hdl/antara)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
bisnis tanaman hias
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kemenkes mengajak masyarakat tidak memberi stigma kepada ODHIV. Peningkatan temuan kasus HIV di Sidoarjo disebut mencerminkan keberhasilan deteksi dini.

Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini

25 Juli 2026
Haryo Limanseto

Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026

25 Juli 2026
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.