Jakarta (pilar.id) – Perjalanan Papua Football Academy (PFA) mencari bakat pemain-pemain muda dan remaja di Provinsi Papua akhirnya usai. Kota Jayapura menjadi kota terakhir dari pencarian bakat yang dipimpin oleh Wolfgang Pikal tersebut.
Perjalanan tersebut, berakhir setelah pada Sabtu dan Minggu, 25 dan 26 Juni PFA melakukan seleksi di Stadion Mahacendra, Universitas Cenderawasih.
Direktur Akademi PFA Wolfgang Pikal yang memimpin program pencarian bakat putra-putra Papua, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin, menyebutkan Jayapura menjadi lokasi terakhir setelah Timika dan Merauke.
“Dari pencarian bakat di tiga kota, saya melihat ada perbedaan karakter anak-anak yang ikut PFA Cari Bakat. Tapi, pada dasarnya, bakat sepak bola anak-anak Papua luar biasa,” kata dia.
“Mereka membutuhkan sentuhan khusus agar menjadi sinar sepak bola Indonesia,” tambah Pikal yang pernah mengasisteni pelatih timnas Indonesia.
Pikal mengakui dampak nyata sekolah-sekolah sepak bola di Jayapura dari para peserta PFA Cari Bakat saat unjuk kemampuan.
“Polesan pelatih mereka di SSB sudah bisa terlihat ketika para peserta diberi kesempatan bermain sepak bola 7 lawan 7 selama 2×10 menit,” katanya.
Peserta dipersyaratkan kelahiran 1 Januari hingga 31 Desember 2009 dan yang saat mengikuti seleksi duduk di bangku kelas VII SMP.
Menjadi bagian dari PFA, berarti mereka akan menyelesaikan SMP bersama-sama lewat program kerja sama PFA dan Dinas Pendidikan di Kabupaten Mimika.
Dari 137 peserta yang mendaftar PFA Cari Bakat di Jayapura, tim pelatih memilih 21 anak yang lolos tahap pertama.
Sebelumnya, dari PFA Cari Bakat Timika meloloskan sementara 22 putra Papua, diikuti 26 peserta yang lolos tahap pertama dari Merauke.
Dari peserta yang lolos di ketiga kota akan dijaring lagi untuk mengikuti tes psikologi, sidik jari, dan dilanjutkan tes kesehatan untuk menentukan 30 putra Bumi Cenderawasih yang akan mengawali perjalanan PFA tahap pertama.
Papua Football Academy (PFA) merupakan inisiasi dan salah satu komitmen investasi sosial PT Freeport Indonesia untuk membantu mengembangkan sumber daya sepak bola Papua.
Sementara itu, Ricardo Salampessy, legenda sepak bola Persipura turut hadir di Stadion Mahacendra, Universitas Cenderawasih, Jayapura. Ricardo yang kini berusia 38 tahun adalah salah satu pelopor bergulirnya Jayapura Junior League bersama Ardiles Rumbiak yang kini menjadi pelatih kepala PFA. (fat)





