Jakarta (pilar.id) – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) menjalin kerja sama dengan Standard Chartered Indonesia untuk memperluas distribusi produk terbarunya, yaitu reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity. Reksa dana syariah ini memiliki fokus investasi di saham-saham perusahaan industri kesehatan global.
“Reksa dana Bahana Global Healthcare Sharia USD Equity merupakan produk reksa dana syariah saham luar negeri pertama di Indonesia yang fokus di industri kesehatan global,” kata Presiden Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini, di Jakarta, Selasa (12/7/2022).
Menurut Rukmi, investasi pada perusahaan healthcare adalah salah satu alternatif yang menarik sesuai dengan kondisi makro ekonomi saat ini. Karena, sektor kesehatan termasuk sektor yang resilien terhadap badai inflasi global.
Sementara itu, Head of Wealth Management Standard Chartered Indonesia Meru Arumdalu mengatakan, pihaknya memperkirakan inflasi akan mereda secara bertahap, dan menyebabkan The Fed mempertahankan sikap agresifnya. Menyikapi kondisi ini, sejumlah industri dinilai sebagai defensive sector atau saham defensif, seperti industri healthcare, energy, dan financials.
Selain itu, mengacu pada data yang disajikan Forbes Advisor, sektor kesehatan di Amerika Serikat (AS) menjadi sektor yang paling potensial untuk jangka menengah maupun panjang. Terlihat dari tingkat pengeluaran kesehatan masyarakat di negara tersebut yang menyumbang hampir 18 persen dari produk domestik bruto (PDB) AS pada akhir 2019.
“Dan diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai US$6 triliun per tahun atau setara 19,7 persen dari PDB AS pada tahun 2028,” kata Meru.
Adapun komposisi portofolio reksa dana ini adalah lebih dari 50 persen akan ditempatkan pada sektor unggulan di pasar AS dan sisanya diinvestasikan di sejumlah negara ekonomi utama dunia, antara lain Jepang, Perancis, Jerman, Inggris, dan Australia. Produk reksa dana syariah ini dapat dibeli mulai dari US$10.000.
“Produk ini menerapkan prinsip syariah dan mengintegrasikan ESG dalam pengelolaan portofolio produk,” jelas dia.
Ditambahkan Head of Retail Sales, Southeast Asia, Franklin Templeton Clement Lee, pihaknya melihat peluang besar dalam industri kesehatan global seiring meningkatnya kemajuan teknologi yang semakin cepat dan tren demografis jangka panjang.
Dengan latar belakang ketidakpastian makro ekonomi global dalam jangka pendek ini, sektor kesehatan tetap menjadi sektor yang menguntungkan dan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dan paling defensif. (ach/hdl)

