Jakarta (pilar.id) – Sepanjang tahun 2024, PT Phapros Tbk, bagian dari holding BUMN farmasi, menunjukkan komitmen kuat dalam pertumbuhan bisnis dengan meluncurkan enam produk baru hasil inovasi riset internal.
Plt Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, menyatakan bahwa produk-produk baru ini akan menjadi mesin pertumbuhan bagi perusahaan, terutama empat produk yang ditujukan untuk terapi preventif dan promotif kesehatan anak.
“Kami mengembangkan produk untuk anak dengan teknologi formulasi canggih, seperti permen gummy dan tablet hisap yang lebih disukai anak-anak,” ujar Ida dalam acara temu media daring di Jakarta, 13 Juni 2024, yang dihadiri juga oleh Direktur Pemasaran Maraja Jeson Siregar serta Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM Yudhi Rangkuti.
Ida menambahkan, perhatian khusus diberikan pada kesehatan anak karena Indonesia memiliki bonus demografi yang akan membuat sebagian besar penduduknya berusia produktif pada 2045. Oleh karena itu, penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak-anak saat ini agar menjadi generasi penerus yang unggul.
Sejalan dengan program Phapros, Kementerian Kesehatan RI juga memprioritaskan pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong upaya promotif, preventif, dan pemanfaatan teknologi pada lima prioritas utama, termasuk peningkatan kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi masyarakat, pengendalian penyakit seperti HIV, malaria, dan tuberculosis, pembudayaan gerakan masyarakat sehat, serta penguatan fasilitas kesehatan.
“Selain empat produk untuk segmen anak, dua produk lainnya adalah agen terapi untuk tuberculosis dan antibiotik injeksi. Kami optimis keenam produk ini akan menjadi katalisator pertumbuhan bisnis Phapros ke depan bersama dengan produk-produk yang sudah ada,” tambah Ida.
Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2023, jumlah anak usia dini 0-6 tahun di Indonesia mencapai 30,2 juta jiwa, setara dengan 10,91% dari total penduduk Indonesia. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan kasus tuberculosis pada 2023 dengan jumlah penderita mencapai 820.789 dari estimasi 1.060.000 kasus.
“Pasar obat untuk anak cukup besar di Indonesia, begitu juga untuk penderita penyakit TB. Phapros siap mengambil peran penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” tutup Ida. (usm/ted)









