Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • MST Golf Buka Super Store Pertama di Surabaya, Perkuat Ekspansi Erajaya Active Lifestyle di Jatim
  • CIMB Niaga Edukasi 250 Siswa Lewat Tour de Bank, Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026
  • Yankes Bergerak Sasar 1.371 Warga Kepulauan Sapudi, Pemkab Sumenep Perluas Akses Kesehatan
  • Khofifah Terima Delegasi Saint Petersburg Rusia, Bahas Industri Kapal Cepat hingga Cancer Center
  • Pemkot Surabaya Pecat 163 Jukir Tak Tertib Administrasi, Percepat Parkir Digital dengan Rompi QRIS
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Feature»PLTS Rooftop Hybrid Ponpes Wali Barokah Kediri, Daulat Energi dan Transformasi Sosial

PLTS Rooftop Hybrid Ponpes Wali Barokah Kediri, Daulat Energi dan Transformasi Sosial

Bukan hanya menjadi sumber energi baru terbarukan, keberadaan PLTS Rooftoop Ponpes Wali Barokah juga memberi perubahan dampak sosial. Sebuah keterbukaan lembaga pendidikan dakwah terhadap teknologi.
Feature Titik Kartitiani13 Januari 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
(foto : Titik Kartitiani, pilar.id)

Kediri (pilar.id) – Pondok Pesantren Wali Barokah LDII Kota Kediri tak pernah tidur. Selama 24 jam aktivitas santri menghidupkan ponpes yang menaungi 5.000 orang santri. Selama 24 jam pula pasokan energi listrik dibutuhkan. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Ponpes ini memulai mencoba energi baru terbarukan, PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Namun transisi energi ini bukan sekadar pemenuhi energi listrik saja namun juga transformasi sosial sebuah lembaga dakwah dalam komitmennya untuk menjaga lingkungan.

Menjelang pukul 11.00 WIB, KH Sunarto, pengasuh Ponpes Wali Barokah LDII Kediri mengajak keliling area PLTS Rooftop Hybrid. Setelah Kota Kediri masuk dalam wilayah PPKM Level 2, para santri mulai beraktivitas kembali.

Terlihat kesibukan para santri ketika Sunarto menyilakan pengunjung untuk naik ke lantai 2 melalui lift berbentuk kapsul dengan dinding transparan. Sebuah akses yang lebih bagus dibanding 3 tahun silam ketika akses menuju rooftop masih berupa lift barang.

(foto : Titik Kartitiani, pilar.id)

“Ada banyak perkembangan. Selain fasilitas akses yang lebih bagus, kami juga mendapatkan bantuan dari pemerintah berupah panel sel surya,” kata K.H Sunarto.

Sejumlah 50 panel surya dibangun di atap gedung yang berseberangan dengan gedung yang sudah dibangun sel surya secara swadaya. Sedangkan solar panel swadaya yang dibangun oleh Ponpes Wali Barokah sebanyak 636 panel seluas 40x41m yang dibangun di atas kerangka baja.

Atas pembangunan solar panel ini, maka ada ruangan tambahan di bawahnya yang bisa digunakan untuk kegiatan umum. Aula serba guna di bawah naungan sel surya yang bisa digunakan untuk Padepokan PB Persinas Asad. Menurut Sunarto, pembangunan sel surya swadaya ini tidak sekadar ditambahkan di atas, namun harus membangun kerangka baja agar kuat menahan. Hal inilah yang menjadikan biaya lebih besar dibandingkan dengan solar panel bantuan pemerintah jika dihitung dalam satuan luas yang sama.

Kedaulatan Energi dan Keterbukaan LDII

Sebuah inovasi yang layak diapresiasi ketika sebuah lembaga pendidikan dakwah turut serta dalam program energi baru terbarukan. Lembaga dakwah yang kerap kali dikesankan ekslusif namun memiliki inovasi dan peran terhadap lingkungan yang kreatif.

“Alasan pertama untuk memenuhi pasokan listrik sebab di Ponpes Wali Barokah, kebutuhan listrik bukan semata belajar dan daya dukung belajar juga penting,” kata K.H Sunarto.

Bila kebutuhan lampu untuk penerangan bisa dipenuhi oleh listrik dari PLN, namun ada sarana dan prasarana yang bisa mendukug proses belajar mengajar yang kebutuhannya lebih besar dari sekadar lampu. Selain penerangan ruangan, peralatan IT yang bisa mendukung, keperluan kantor, dan lift membutuhkan listrik yang besar selama 24 jam.

Apabila pasokan listrik PLN terputus karena berbagai hal, cukup mengganggu keberlangsungan kegiatan di Ponpes. Meskipun ada genset, namun biayanya juga lumayan tinggi. Atas dasar alasan ini, maka Ponpes membutuhkan energi alternatif. Pilihannya jatuh pada sel surya.

Baca Juga  Wafat Karena Tenggelam, Keluarga Ridwan Kamil Ikhlas dan Meyakini Eril Telah Berpulang ke Rahmatullah

“Di Indonesia, khususnya di Kediri, sinar matahari efektif sampai 5,5 jam. Ini termasuk intensitas cahaya yang tinggi sehigga bisa dimanfaatkan,” terang H. Ronny Gadhafi Fattah, Penangung Jawab PLTS Wali Barokah.

“Ada pertimbangan lain bahwa Ponpes Wali Barokah ingin berkontribusi pada bangsa dan negara lewat pengurangan emisi yang menjadi program pemerintah,” terang K.H Sunarto.

(foto : Titik Kartitiani, pilar.id)

LDII merasa perlu untuk turut serya dalam program lingkungan. Organisasi ini menyadarai bawah Indonesia terikat dengan perjanjiang Paris Agreement 2015. Sebuah kesepakatan negaranegara di dunia untuk mengurangi emisi CO2 yang berdampak pada perubahan iklim.

Pada kesempatan terpisah, Prof. Dr. Ir. Sudarsono, MSc., Ketua pada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII dan sekaligus sebagai Koordinator Bidang (Korbid) Litbang, Iptek, Sumberdaya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL), DPP LDII mengatakan bahwa LDII sebagai bagian dari civil society telah memahami bahwa Indonesia sudah berkomitmen dan menandatangani Paris Agreement 2015.

“Sebagai konsekuensinya, Indonesia perlu meningkatan prosentase penggunaan energi baru terbarukan minimal 23% dalam keseluruhan bauran energi (energy mixed) di tahun 2025. Untuk itu perlu diupayakan terwujudnya kemitraan negara dengan masyarakat agar terjadi percepatan (akselerasi) skenario peningkatan persentase penggunaan energi baru terbarukan (EBT). LDII ikut serta dalam percepatan ini,” katanya.

Keikutsertaan Ponpes Wali Barokah diperlukan mengingat pencapaian bauran energi di akhir tahun 2020 baru mencapai 11,51 persen (sesuai perhitungan Dewan Energi nasional dan Kemen ESDM).

(foto : Titik Kartitiani, pilar.id)

Sudarsono mengatakan, perlu diupayakan dukungan pihak swasta dan masyarakat luas (civil society) dalam mewujudkan target tersebut. Pemerintah perlu untuk menyusun affirmative policy yang memungkinkan dukungan kuat dari pihak swasta maupun investor dan pelaku EBT Dunia serta masyarakat luas dalam rangka membantu percepatan pencapaian target bauran energi dan pegurangan emisi gas rumah kaca di tahun 2025 tersebut.

Dari sisi religi, PLTS ini sebagai wujud kesyukuran kepada Allah SWT, yang telah memberi bangsa Indonesia sumber energi baru terbarukan (renewable energy), semisal tenaga air, matahari, angin/bayu, panas bumi, dan biomasa.

“LDII berpandangan bahwa energi sebagai faktor atau yang berfungsi sebagai enabler adalah bukan komoditas biasa. Karena itu diperlukan skenario pengarusutamaan (mainstreaming) pendayagunaan energi baru terbarukan,” terang Sudarsono.

Setelah PLTS terpasang, dampak sosial yang nyata adalah kunjungan dari berbagai kalangan yang datang ke Ponpes Wali Barokah.

“Kalau dulu pengunjung yang datang kebanyakan terkait dengan kegiatan keagamaan. Kujungan seputar kajian, studi banding pondok, kajian kitab. Kini ada alternatif lain melihat PLTS,” jelas Sunarto.

Keberagaman tujuan menjadikan keberagaman kalangan yang berkunjung. Bukan hanya kalangan yang terkait dengan pondon, namun juga lebih terbuka.

Baca Juga  Begini Pesan Wagub Emil dan Arumi Bachsin saat Temui Atlit Bulutangkis Jatim PON XX Papua

Mulai dari anak SMK yang belajar listrik, mahasiwa, instansi, dan kelompok masyarakat yang ingin belajar soal sel surya. Melihat gerak tersebut, LDII dalam hal ini Ponpes Wali Barokah bukan lagi menjadi kalangan yang ekslusif.

“LDII sejak lama telah dan terus berusaha mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Profesional Religius yang Berwawasan Lingkungan,” terang Sudarsono.

Kiprah LDII di bidang lingkungan dapat dilihat dari gerakan Go Green sejak 2008, yang dicetuskan di Jawa Timur bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Gerakan itu terus berlanjut hingga kini, dengan menanam 3,5 juta lebih pohon dengan angka kematian mencapai 7 persen. Selanjutnya sejak tahun 2018, melalui Keputusan Rakernas LDII Tahun 2018, selain isu Go Green, LDII mulai menaruh perhatian pada penanganan masalah sampah.

Dampak di Masyarakat

Ponpes Wali Barokah memanfaatkan EBT di berbagai tempat kegiatan dan selalu siap untuk mendukung Pemerintah dalam mencapai target bauran energi tersebut, baik melalui edukasi, pemasangan PLTS atap di rumah-rumah warga, pondok pesantren, masjid-masjid, dan tempat-tempat kegiatan warga LDII lainnya.

(foto : Titik Kartitiani, pilar.id)

“Kalau dampaknya di masyarakat dalam arti dampak negatif tidak ada. PLST tidak menimbulkan dampak buruk di masyaraka sekitar,” kata Adhi Kusumo, Ketua RW 1, Kelurahan Burengan. Hanya harapannya, ke depannya tidak hanya di dalam pondok saja yang dipasang, namun bisa di luar pondok sehingga masyarakat bisa ikut merasakan secara langsung energi alternatif ini.

Selain itu, Adhi mengatakan dengan adanya teknologi PLTS baru di Panpes Wali Barokah menjadi pengetahuan juga bagi masyarakat. Setidaknya wacana energi baru terbarukan mulai dikenal oleh masyarakat dengan melihat langsung. Hal ini juga menjadi salah satu tujuan bagi Ponpes Wali Barokah.

“ Ke depannya, para santri yang mondok di sini akan menjadi juru dakwah ke berbagai pelosok tanah air. Harapannya, mereka bisa menyebarkan pengetahuan tentang sel surya karena sudah melihat dan merasakan langsung,” kata Sunarto.

Hal itu juga dirasakan oleh Mohamad Gigih (25 tahun), santri asal Magetan. Ia sudah merasakan dampak baik dari PLTS ini yaitu listrik jarang mati. Kipas angin jadi berputar terus sehigga bila di kamar tidak kepanasan.

“Awalnya saya malah tidak tahu. Suatu hari ortu telepon karena pondok masuk tv gara-gara sel surya. Saya baru tahu,” kata Mohamad.

Dalam hal aktivitas, santri hanya membantu membersikaan PLTS bila diperlukan. Kebanyakan sudah ditangani oleh tim ahli termasuk pembersihan. Perawatan ini sangat diperlukan mengingat udara Kediri mudah menjadikan PLTS kotor dan lengket. Seminggu 2-3 kali, PLTS dibersihkan agar terus bisa menyerap sinar matahari. (tik)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Daulat Energi headline Kabupaten Kediri PLTS Rooftop Hybrid Ponpes Wali Barokah Transformasi Sosial

Berita Lainnya

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi

Pemprov DKI Pastikan CCTV Bundaran HI Berfungsi Normal, Gangguan Terjadi di Platform Pihak Ketiga

13 Juni 2026
Ilustrasi pelaku UMKM di Indonesia

PP 20/2026 Ubah Skema Pajak UMKM, CV, Firma, dan PT Tak Lagi Nikmati PPh Final 0,5 Persen

13 Juni 2026
Garuda di Dadaku (2026)

Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang Saat Piala Dunia 2026, Bukti Kekuatan Karya Anak Bangsa Mendunia

13 Juni 2026
Ilustrasi uang rupiah (foto: Mufid Majnun, unsplash)

IHSG Tembus 6.000 dan Rupiah Menguat, Saham BUMN Jadi Motor Penggerak Kepercayaan Investor

12 Juni 2026
Danantara Indonesia

Obligasi Global Perdana Danantara USD1,5 Miliar Diserbu Investor Dunia, Pesanan Tembus USD4,6 Miliar

12 Juni 2026
BRI Jazz Gunung Series 2026 digelar di Bromo dan Slamet, menghadirkan kolaborasi musik jazz, wisata alam, budaya, dan UMKM lokal.

BRI Jazz Gunung Series 2026 Hadir di Bromo dan Slamet, Padukan Musik, Wisata Alam, dan Budaya

9 Juni 2026
ION WATER mendukung AirAsia HYROX Jakarta 2026 yang diproyeksikan menarik ribuan peserta internasional dan memperkuat ekosistem fitness nasional.

ION WATER Dukung AirAsia HYROX Jakarta 2026, Perkuat Ekosistem Fitness dan Sport Tourism Indonesia

9 Juni 2026
Rio Ngumoha (sumber foto: instagram @rio_ngumoha)

Tampil Gemilang Bersama Inggris, Rio Ngumoha Tetap Gagal ke Piala Dunia 2026 karena Aturan FIFA

9 Juni 2026
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi

Pemprov DKI Pastikan CCTV Bundaran HI Berfungsi Normal, Gangguan Terjadi di Platform Pihak Ketiga

13 Juni 2026
Ilustrasi pelaku UMKM di Indonesia

PP 20/2026 Ubah Skema Pajak UMKM, CV, Firma, dan PT Tak Lagi Nikmati PPh Final 0,5 Persen

13 Juni 2026
Garuda di Dadaku (2026)

Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang Saat Piala Dunia 2026, Bukti Kekuatan Karya Anak Bangsa Mendunia

13 Juni 2026
Ilustrasi uang rupiah (foto: Mufid Majnun, unsplash)

IHSG Tembus 6.000 dan Rupiah Menguat, Saham BUMN Jadi Motor Penggerak Kepercayaan Investor

12 Juni 2026
Danantara Indonesia

Obligasi Global Perdana Danantara USD1,5 Miliar Diserbu Investor Dunia, Pesanan Tembus USD4,6 Miliar

12 Juni 2026
Berita Lainnya
MST Golf resmi membuka Super Store pertama di Surabaya. Gerai ke-9 di Indonesia ini menghadirkan layanan golf premium dan promo spesial.

MST Golf Buka Super Store Pertama di Surabaya, Perkuat Ekspansi Erajaya Active Lifestyle di Jatim

14 Juni 2026
CIMB Niaga menggelar Tour de Bank bagi 250 siswa SD di Tangerang Selatan untuk mendukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026.

CIMB Niaga Edukasi 250 Siswa Lewat Tour de Bank, Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026

14 Juni 2026
Program Yankes Bergerak di Kepulauan Sapudi menargetkan 1.371 warga dengan layanan kesehatan spesialis, skrining, hingga telemedicine.

Yankes Bergerak Sasar 1.371 Warga Kepulauan Sapudi, Pemkab Sumenep Perluas Akses Kesehatan

14 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.