Jember (pilar.id) – Warga Jember, khususnya kaum Hawa, mengaku sudah cukup lama merasa tidak aman. Ini terjadi gara-gara aksi pelaku begal payudara yang kerap berkeliaran di Jember. Beruntung, polisi akhirnya bergerak cepat dan berhasil mengamankan orang yang diduga berlaku asusila ini.
Dilaporkan, Satreskrim Polres Jember berhasil mengamankan pelaku setelah mendapat laporan dari salah satu korban inisial UN (27), warga Mumbulsari Jember. Dari laporan ini petugas kepolisian melakukan penelusuran dan akhirnya berhasil menangkap pelaku yang ternyata masih di bawah umur.
“Pelaku berinisial S, 16 tahun, telah melakukan aksinya sebanyak sembilan kali,” ungkap Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jember. “Pelaku sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” tambah AKBP Bayu Pratama.
Kapolres Jember juga menerangkan bahwa ada beberapa korban selain UN. “Kejadian serupa juga dialami oleh MI (26) dan RI (30), yang keduanya menjadi korban pelecehan saat berkendara di jalan umum,” ungkap AKBP Bayu Pratama.
Disampaikan, motif di balik aksi bejat S terbilang sederhana namun sangat memprihatinkan. “Pelaku mengaku sering menonton video porno yang kemudian memicu hasratnya untuk melakukan pelecehan seksual,” terang AKBP Bayu Pratama.
Akibat perbuatannya, S dijerat dengan Pasal 6 Huruf a Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan denda maksimal Rp50 juta.
Pihak kepolisian memutuskan untuk menitipkan tersangka S di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Ponpes Nurul Huda, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.
“Tersangka dititipkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak, mengingat usia pelaku yang masih di bawah umur,” tambah AKBP Bayu Pratama. Keputusan ini kata AKBP Bayu Pratama diambil berdasarkan rekomendasi dari Balai Pemasyarakatan.
Kapolres Jember mengimbau kepada masyarakat, khususnya para perempuan, untuk selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. “Jika mengalami kejadian serupa, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat,”pungkas AKBP Bayu Pratama. (tin/hdl)