Manchester (pilar.id) – Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, menyatakan kesiapannya untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para suporter Setan Merah di Old Trafford, setelah laga terakhir Premier League melawan Aston Villa pada Minggu (25/5/2025).
Pertandingan tersebut akan menjadi penutup musim yang sangat berat bagi Manchester United. Klub asal Old Trafford ini mengalami salah satu musim terburuk dalam sejarah modern mereka, tanpa keberhasilan menembus kompetisi Eropa untuk musim depan.
Ini menjadi kali kedua sejak 1990 bahwa MU absen dari turnamen Eropa, setelah gagal meraih tiket Liga Champions dan tersingkir di final Liga Europa oleh Tottenham Hotspur di Bilbao.
Dikutip dari BBC, Ruben Amorim menegaskan bahwa dirinya tidak akan menghindar dari tanggung jawab kepada publik Old Trafford. Ia menganggap penting untuk tetap melakukan lap of appreciation atau penghormatan keliling lapangan kepada para penggemar setelah pertandingan berakhir, sekalipun musim ini penuh kekecewaan.
“Akan menjadi kesalahan besar jika kami tidak melakukannya,” kata Amorim. Ditambahkan, “Saya tahu bahwa pelatih biasanya memberikan sambutan, dan saya akan melakukannya. Itu adalah hal paling sedikit yang bisa saya berikan”.
Mantan pelatih Sporting CP itu juga mengungkapkan bahwa ia akan berbicara dari hati kepada para fans, meski belum memutuskan secara pasti isi pesannya.
“Itu akan menjadi permintaan maaf, saya rasa itu sudah jelas. Saya tidak punya cukup waktu untuk penjelasan panjang. Saya akan jujur kepada para fans dan menyampaikan apa yang saya rasakan di hati,” ujarnya.
Musim ini tidak hanya menjadi catatan buruk di lapangan, tetapi juga disertai gejolak di luar lapangan. Protes terhadap kepemilikan keluarga Glazer dan kebijakan efisiensi dari pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe turut memperkeruh suasana.
Para pendukung Manchester United bahkan berencana menggelar aksi protes sebelum pertandingan sebagai bentuk penolakan terhadap arah kebijakan klub saat ini.
Namun, pihak internal klub meyakini bahwa Ruben Amorim tetap mendapat dukungan mayoritas suporter sebagai figur yang bisa memulai era kebangkitan baru di Old Trafford.
Dengan sikap terbuka yang ditunjukkan Amorim, ia berharap dapat memperkuat komunikasi dengan para pendukung dan membangun kembali kepercayaan yang sempat luntur selama musim berjalan. (mad/hdl)










