Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Esai»Sakralisasi Satwa, Jalan Suci Menjaga Hewan dari Kepunahan

Sakralisasi Satwa, Jalan Suci Menjaga Hewan dari Kepunahan

Esai Hendro D. Laksono6 Agustus 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Ada banyak spesies burung yang disakralkan di Indonesia. Di antaranya burung garuda, yang dianggap sebagai representasi lambang negara Indonesia. Selain itu ada lagi burung enggang, burung yang disakralkan oleh suku Dayak dan dianggap sebagai simbol kekuatan dan keagungan.

Maleo adalah burung yang hanya bertelur sekali dalam setahun dan dianggap sebagai simbol kesuburan. Dan cendrawasih adalah burung yang terkenal dengan keindahan bulunya dan dianggap sebagai simbol kecantikan.

Burung-burung yang disakralkan di Indonesia ini merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. Mereka dianggap sebagai simbol yang membawa keberuntungan dan perlindungan.

Tradisi sakralisasi satwa, sejatinya terjadi dimana saja. Tradisi penyucian satwa ini kadang tumbuh sebagai praktik keagamaan atau kepercayaan di berbagai budaya di seluruh dunia. Praktik ini melibatkan pemberian status sakral atau suci kepada satwa tertentu, dan sering kali dianggap sebagai perantara antara dunia manusia dan roh-roh atau kekuatan gaib.

Sakralisasi satwa terjadi dimana saja. Tradisi penyucian satwa ini kadang tumbuh sebagai praktik keagamaan atau kepercayaan, juga budaya di seluruh dunia.

Satwa yang disakralkan berbeda-beda tergantung pada budaya dan kepercayaan yang ada di masyarakat tertentu. Misalnya sapi, yang oleh sebagian besar masyarakat Hindu di India dianggap suci, dan dihormati karena simbol kesuburan dan kehidupan.

Di Thailand, gajah dianggap sebagai makhluk yang berhubungan dengan spiritualitas dan memiliki makna simbolis yang dalam. Sementara di beberapa negara di Asia dan Afrika, ular dianggap memiliki kekuatan magis dan simbolis dalam kehidupan mereka.

Baca Juga  Dua Burung Langka Probolinggo ini Tarik Minat Wisatawan Mancanagera

Sakralisasi satwa tumbuh menjadi kekuatan atau faktor yang membantu menjaga keberadaan dan perlindungan terhadap spesies tersebut. Ketika suatu satwa dianggap suci atau sakral oleh masyarakat tertentu, hal ini dapat memberikan keuntungan bagi keberlanjutan spesies tersebut.

Di luar itu, ada beberapa alasan mengapa sakralisasi satwa dapat berkontribusi pada konservasi dan pelestarian spesies. Misal, ketika satwa dianggap suci atau sakral, orang-orang lebih cenderung untuk menghormatinya dan memperlakukan dengan baik. Praktik ini dapat mengurangi eksploitasi dan perburuan liar yang berlebihan terhadap spesies tersebut.

Di sisi lain, simpul penghormatan antara agama, kepercayaan, tradisi, makin menguat saat pemerintah turut andil lewat regulasi yang jelas menguatkan. Sebagai contoh larangan pemburuan. Dalam beberapa masyarakat yang menghormati dan menyakralkan satwa tertentu, pemburuan atau perburuan liar atas satwa tersebut dianggap sebagai tindakan tabu atau dilarang. Larangan ini membantu melindungi populasi satwa dari ancaman pemburuan berlebihan.

Hendro D. Laksono
Hendro D. Laksono, Redaktur Pelaksana Pilar.ID

Upaya konservasi lingkungan juga mendukung upaya tegas untuk menjaga tempat sakral atau suci bagi satwa adalah kawasan yang dijaga secara khusus untuk tujuan keagamaan. Hal ini dapat menyebabkan area tersebut dijaga dengan lebih baik dan membantu mencegah perusakan lingkungan yang dapat mempengaruhi habitat satwa tersebut.

Sakralisasi satwa juga dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan satwa dan habitatnya. Hal ini dapat menyebabkan orang-orang lebih peduli dan berkontribusi dalam upaya konservasi.

Baca Juga  Penyelundupan Puluhan Gagak Hitam Ilegal Berhasil Digagalkan Polisi

Meskipun sakralisasi satwa dapat memberikan manfaat dalam menjaga keberadaan suatu spesies, tetap penting untuk memastikan bahwa langkah-langkah konservasi ilmiah juga diterapkan.

Konservasi yang efektif memerlukan pendekatan ilmiah yang berdasarkan pada pemahaman tentang ekologi dan ekosistem yang melibatkan satwa-satwa tersebut. Upaya konservasi yang holistik dan berkelanjutan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan untuk mencapai keberlanjutan dan keberhasilan dalam pelestarian satwa-satwa yang sakral ini.

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Satwa Langka

Berita Lainnya

Anak badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) berjenis kelamin betina lahir di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas

Senyum Ratu dari Taman Nasional Way Kambas, Satu Badak Sumatera Lahir ke Dunia

1 Oktober 2023

Penyelundupan Puluhan Gagak Hitam Ilegal Berhasil Digagalkan Polisi

26 Maret 2023

Dua Burung Langka Probolinggo ini Tarik Minat Wisatawan Mancanagera

15 November 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.