Miami (pilar.id) – Bintang Inter Miami, Luis Suárez, kembali menjadi sorotan setelah dijatuhi sanksi larangan bermain satu pertandingan oleh Komite Disiplin Major League Soccer (MLS).
Hukuman itu dijatuhkan akibat aksi tendangan keras yang dilakukannya terhadap pemain Nashville SC dalam laga playoff yang berakhir dengan kekalahan 2-1 untuk tim berjuluk Las Garzas.
Insiden tersebut tidak terdeteksi wasit maupun VAR saat pertandingan berlangsung. Namun, setelah dilakukan peninjauan ulang oleh pihak disiplin MLS, tindakan Suárez dikategorikan sebagai perilaku kekerasan (violent conduct).
Akibatnya, penyerang asal Uruguay itu tidak bisa tampil dalam laga ketiga yang menjadi partai penentuan melawan Nashville. Pertandingan tersebut sangat krusial bagi Lionel Messi dan kawan-kawan untuk mengamankan tiket ke semifinal Wilayah Timur.
Riwayat Pelanggaran yang Kembali Terulang
Kasus ini menambah panjang daftar pelanggaran disiplin Luis Suárez di kompetisi Amerika Utara. Pada awal musim 2025, ia juga sempat diskors enam pertandingan di ajang Leagues Cup serta tiga laga di MLS akibat insiden meludah ke arah lawan dalam final melawan Seattle Sounders.
Kini, absennya Suárez menjadi pukulan berat bagi Inter Miami, yang sangat bergantung pada daya gedor dan pengalaman mantan pemain Barcelona dan Atlético Madrid tersebut.
Tanpa kehadirannya, pelatih Gerardo “Tata” Martino harus memutar otak untuk mencari alternatif di lini depan menghadapi Nashville yang bertekad menciptakan kejutan.
Sanksi ini datang di momen yang kurang menguntungkan bagi klub dan kembali memunculkan perdebatan mengenai emosionalitas dan temperamen sang penyerang. Meski dikenal sebagai salah satu pencetak gol terbaik di era modern, Suárez kerap kali terjebak dalam kontroversi yang justru merugikan timnya.
Dengan absennya Suárez, sorotan kini tertuju pada Lionel Messi dan rekan-rekannya yang harus membuktikan bahwa mereka tetap mampu melaju tanpa sang bomber utama di laga hidup-mati tersebut. (mad/hdl)










