Kendal (pilar.id) – Pertumbuhan industri di Kawasan Industri Kendal (KIK) telah berhasil menghimpun tenaga kerja, yang didukung keseriusan perusahaan dengan memberikan pelatihan.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku apabila seluruh kawasan industri tersebut tumbuh dan membutuhkan tenaga kerja. Maka pihaknya akan menyiapkan sekolah-sekolah vokasi.
“Kita kolaborasikan saja seperti yang ada disini. Kalau bisa dilakukan itu bagus,” ucapnya.
Adapun dari 82 perusahaan di Jateng, 17.650 diantaranya tenaga kerja lokal dan 1.587 lainnya tenaga lulusan SMK di Jateng.
“Adanya kerja sama perusahaan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng ini berhasil menyalurkan ribuan tenaga kerja,” tambahnya.
Selain itu juga, adanya pelatihan kerja yang telah berjalan selama tiga pekan yang dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kerja supaya lebih terampil bekerja dan menggunakan alat sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas.
“Begitu juga dengan upah yang diterima pekerja sudah di atas UMK Kendal. Suprise sekali, take home pay nya bisa sampai Rp 3 juta,” tandasnya.
Ganjar menyebut, dari data terakhir hingga penghujung 2022 ini, terdapat 82 perusahaan dari 11 negara yang mendirikan pabrik di KIK.
“Dengan nilai investasi sebanyak Rp 32 triliun. Saya optimis KIK ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.
Menurutnya, ada satu tugas yang harus dikerjakan, yaknj ketersediaan pelabuhan sebagai akselerasi pertumbuhan ekonomi baru di KIK.
“Kita harus berhati-hati menjaga kondusifitas, terlebih hubungan industrial yang saling menguntungkan. Jadi, investasi yang masuk juga baik,” tandasnya. (riz/hdl)










