Surabaya (pilar.id) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soewandhie di Jalan Tambakrejo, Simokerto, Surabaya, pada Senin (16/6/2025). Sidak ini menyusul keluhan masyarakat terkait kemacetan akibat parkir kendaraan yang meluber di sekitar area rumah sakit.
Dalam tinjauannya, Wali Kota Eri memeriksa seluruh area parkir, mulai dari basement hingga area luar RSUD yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Surabaya. Ia juga memantau kondisi parkir di tepi jalan dan area pertokoan sekitar rumah sakit yang turut menyumbang kemacetan.
“Kami melihat banyak kendaraan parkir di pinggir jalan. Ini menyebabkan kemacetan dan mengganggu arus lalu lintas. Sebagai rumah sakit milik Pemkot, penataan parkir menjadi tanggung jawab kami,” ujar Eri Cahyadi.
Instruksi Tegas: Parkir di Jalan Harus Tertib
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Eri langsung menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk segera melakukan penataan. Parkir kendaraan di tepi jalan hanya diperbolehkan satu lajur, bukan dua lajur seperti yang selama ini terjadi.
“Petugas Dishub harus tegas. Parkir dua lajur menyebabkan kemacetan, bahkan mengganggu kendaraan rumah sakit yang keluar masuk,” tegasnya.
Optimalisasi Area Parkir dan Akses Kendaraan
Cak Eri juga meminta penataan ulang parkir motor di area samping basement yang kerap meluber hingga ke jalan. Rencananya, parkir motor akan dipindahkan ke lantai 1B RSUD Soewandhie yang selama ini digunakan sebagai parkir mobil.
Lebih jauh, ia menginstruksikan agar akses masuk dan keluar kendaraan di lantai atas rumah sakit diperbaiki, termasuk menambahkan petunjuk arah di setiap lantai parkir untuk memudahkan pasien dan keluarga pasien.
“Akses parkiran harus jelas, diberi petunjuk. Jangan sampai pasien atau keluarga bingung saat ingin parkir,” jelasnya.
Penataan Serentak Fasilitas Pemkot
Wali Kota Eri menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya dilakukan di RSUD Soewandhie, tapi akan diterapkan di semua fasilitas milik Pemerintah Kota Surabaya. Tujuannya adalah menciptakan kenyamanan dan kelancaran sirkulasi kendaraan, termasuk kendaraan darurat yang membawa pasien.
“Kami ingin memastikan kenyamanan warga Surabaya, termasuk saat mengakses layanan kesehatan. Penataan parkir penting agar tidak ada lagi kemacetan dan area parkir bisa digunakan secara optimal,” pungkasnya. (rio/hdl)









