Jakarta (pilar.id) – CJ7 adalah sebuah film komedi fiksi ilmiah Hong Kong yang dirilis pada tahun 2008. Film ini disutradarai, ditulis, dan diproduksi oleh Stephen Chow, yang juga berperan dalam peran utama. Chow dikenal atas film-filmnya yang penuh dengan komedi slapstick, unsur-unsur fantasi, dan pesan moral.
CJ7 bercerita tentang seorang ayah tunggal yang miskin, Ti (diperankan oleh Stephen Chow), yang berjuang untuk membiayai pendidikan putranya, Dicky (diperankan oleh Xu Jiao). Suatu hari, Ti menemukan mainan alien di tempat pembuangan sampah. Mainan tersebut bentuknya mirip anjing dan diberi nama CJ7.
CJ7 ternyata memiliki kekuatan luar biasa dan bisa mengubah kehidupan keluarga Ti. Namun, kehadiran CJ7 juga membawa konsekuensi dan tantangan baru. Film ini mencampurkan unsur-unsur komedi dengan sentuhan ajaib yang khas dari Chow.
Selain dibintangi Stephen Chow, CJ7 juga menghadirkan Xu Jiao sebagai Dicky, Kitty Zhang Yuqi sebagai Miss Yuen, dan Lam Tze-chung sebagai seorang guru.
Film ini merupakan proyek yang cukup ambisius dan menarik perhatian karena kehadiran unsur fiksi ilmiah dan fantasi di tengah cerita komedi. Stephen Chow dikenal karena karyanya yang kreatif dan unik dalam menggabungkan genre-genre tersebut.
CJ7 mendapat tanggapan campuran dari para kritikus, tetapi berhasil meraih popularitas di kalangan penonton. Keberhasilan film ini terutama berkat gaya komedi khas Stephen Chow dan pesan moral yang menyentuh. Film ini mendapatkan pengakuan di berbagai festival film.
Jalan Legenda yang Berbeda
Stephen Chow, lahir pada 22 Juni 1962, adalah seorang aktor, sutradara, produser, penulis skenario, dan komedian asal Hong Kong. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling kreatif dan sukses di industri film Asia, terutama dalam genre komedi.
Stephen Chow dilahirkan di Hong Kong, awalnya tertarik pada seni bela diri dan merupakan atlet wushu yang handal sebelum memasuki dunia hiburan.
Stephen Chow memulai kariernya di dunia hiburan sebagai aktor muda pada tahun 1980-an. Ia dikenal karena kemampuannya dalam seni bela diri dan komedi slapstick.
Beberapa film awalnya termasuk All for the Winner (1990) dan God of Gamblers II (1991), di mana ia memainkan peran komedi dan seni bela diri.
Bersama Jeff Lau, Chow mencapai ketenaran melalui kolaborasinya dengan sutradara Jeff Lau. Bersama-sama, mereka menciptakan film-film sukses seperti A Chinese Odyssey (1995) dan sekuelnya A Chinese Odyssey Part Two: Cinderella (1995).
Diketahui, Chow sering kali menampilkan karakter mo lei tau, yaitu karakter yang ceroboh dan penuh kekonyolan. Gaya ini juga nampak dalam Shaolin Soccer (2001) dan Kung Fu Hustle (2004) adalah dua film yang memperkuat reputasi internasionalnya. Kung Fu Hustle khususnya diakui secara luas oleh penonton dan kritikus di seluruh dunia.
Stephen Chow meraih berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam industri film, termasuk Penghargaan Film Hong Kong dan Penghargaan Film Asia. Kung Fu Hustle terpilih sebagai perwakilan Hong Kong untuk Academy Award untuk Film Berbahasa Asing.
Chow dikenal sebagai individu yang sangat privasi dan jarang memberikan wawancara. Ia menikah dengan Alice Yu, seorang mantan aktris, dan mereka memiliki seorang anak.
Stephen Chow tetap menjadi figur penting di dunia perfilman Asia, dan karya-karyanya terus dikenang sebagai bagian integral dari sejarah film Hong Kong. (ret/hdl)










