Jakarta (pilar.id) – Dirilis pada 2014, film Everly menyuguhkan kisah sinematik dengan sentuhan aksi dan thriller yang cukup menegangkan. Joe Lynch, sang sutradara, seperti tak ingin kehilangan momen dan setail untuk memaknai kekerasan yang kadang terasa brutal.
Berikut adalah informasi yang lebih lengkap tentang Everly (2014). Film dibintangi oleh Salma Hayek sebagai Everly, Akie Kotabe sebagai Dead Man, Laura Cepeda sebagai Edith, Jennifer Blanc sebagai Dena, Togo Igawa sebagai The Sadist, dan Gabriella Wright sebagai Anna.
Film ini, sesuai judulnya, berkisah tentang Everly, seorang wanita yang ditawan selama bertahun-tahun oleh bos Yakuza kejam bernama Taiko (Hiroyuki Watanabe), akhirnya berhasil melarikan diri.
Dia harus melawan sekelompok pembunuh bayaran yang dikirim oleh Taiko untuk membunuhnya dan melindungi putrinya yang berusia 10 tahun, Maz (Ambyr Childers).
Sebagai pembunuh bayaran dan bekerja untuk Taiko, Everly diam-diam bekerja sama dengan detektif Roberts (Patrick Fabian) untuk menjatuhkan organisasi Taiko.
Suatu hari, Taiko mengetahui pengkhianatan Everly dan mengirim sekelompok pembunuh bayaran untuk membunuhnya. Everly terluka parah dalam serangan awal, tetapi dia berhasil membunuh beberapa penyerangnya.
Everly menggunakan apartemennya yang penuh dengan jebakan dan senapan tersembunyi untuk melawan para pembunuh bayaran. Dia juga dibantu oleh putrinya, Maz.
Seiring film berlangsung, Everly harus menghadapi berbagai macam pembunuh bayaran, termasuk Dead Man (Akie Kotabe), The Sadist (Togo Igawa), dan Zelda (Caroline Chikezie). Dia juga harus berurusan dengan Dena (Jennifer Blanc), seorang wanita yang bekerja untuk Taiko.
Di tengah pertempuran, Everly mencoba menghubungi detektif Roberts, tetapi dia tidak dapat menghubunginya. Dia juga berusaha untuk melindungi putrinya dari bahaya.
Dalam klimaks film, Everly berhasil membunuh Taiko dan para pembunuh bayarannya. Dia kemudian melarikan diri dari apartemennya dengan putrinya.
Film Everly menerima ulasan yang beragam dari para kritikus. Beberapa memuji akting Salma Hayek dan urutan aksi yang brutal, sementara yang lain mengkritik ceritanya yang sederhana dan kekerasan yang berlebihan.
Meskipun demikian, film ini telah dipuji karena penggambarannya yang realistis tentang kekerasan dan kekuatan wanita. (ret/hdl)










