Ringkasan Berita
- Sicario: Day of the Soldado merupakan sekuel film Sicario (2015)
- Mengangkat konflik kartel narkoba dan perdagangan manusia di perbatasan AS-Meksiko
- Dibintangi Benicio del Toro dan Josh Brolin
- Film meraih pendapatan global sekitar 75,8 juta dolar AS
- Sekuel lanjutan bertajuk Sicario: Capos sedang dikembangkan
Bandung (pilar.id) – Film Sicario: Day of the Soldado hadir sebagai lanjutan dari Sicario, membawa penonton kembali ke dunia kelam perang narkoba lintas negara. Disutradarai oleh Stefano Sollima dan ditulis oleh Taylor Sheridan, film ini menyoroti operasi rahasia pemerintah Amerika Serikat dalam memicu konflik antar kartel di perbatasan Meksiko.
Dibintangi Benicio del Toro dan Josh Brolin, film ini tetap mempertahankan nuansa tegang khas pendahulunya. Kehadiran Isabela Merced dan Catherine Keener menambah dinamika cerita yang lebih kompleks.
Dirilis pada 29 Juni 2018, film ini mendapat respons positif dari kritikus dan berhasil meraih pendapatan global sekitar 75,8 juta dolar AS, melampaui biaya produksi yang berkisar 35–45 juta dolar AS.
Sinopsis: Misi Rahasia yang Berujung Dilema
Cerita dimulai dari serangan bom di Kansas City yang menewaskan 15 orang. Pemerintah Amerika Serikat kemudian menugaskan agen CIA Matt Graver untuk mengambil langkah ekstrem terhadap kartel Meksiko yang diduga terlibat dalam penyelundupan teroris.
Graver bekerja sama dengan Alejandro Gillick, mantan jaksa yang kini menjadi operator bayangan, untuk memicu konflik antar kartel. Strateginya adalah menculik Isabel Reyes, putri bos kartel besar, dan merekayasa seolah-olah penculikan dilakukan oleh kartel rival.
Rencana tersebut awalnya berjalan lancar, namun situasi berubah drastis ketika operasi menjadi kacau akibat serangan polisi korup di Meksiko. Insiden tersebut memicu krisis diplomatik, hingga pemerintah AS memerintahkan penghentian misi dan penghapusan semua bukti keterlibatan mereka.
Dalam situasi tersebut, Alejandro menolak perintah untuk membunuh Isabel dan memilih melindunginya. Keputusan ini mengubah arah cerita menjadi lebih personal, sekaligus memperlihatkan sisi kemanusiaan di tengah operasi yang penuh kekerasan.
Ketegangan meningkat saat keduanya berusaha kembali ke Amerika Serikat melalui jalur ilegal, menghadapi pengkhianatan, perdagangan manusia, dan ancaman dari berbagai pihak.
Film ini tidak hanya menyajikan aksi, tetapi juga menggambarkan dilema moral dalam operasi militer rahasia serta dampaknya terhadap individu yang terlibat.
Dengan alur cerita yang lebih gelap dan kompleks, Sicario: Day of the Soldado memperluas semesta film sebelumnya sekaligus membuka jalan bagi sekuel berikutnya yang tengah dikembangkan, Sicario: Capos. (ret)










