Jakarta (pilar.id) – Menyambut tahun ajaran baru, sejumlah orang tua mulai mempersiapkan dana untuk keperluan anak sekolah.
Namun, sebelum menggunakan dana tersebut, Astra Life menyarankan para kepala keluarga untuk melakukan evaluasi kondisi keuangan, termasuk polis asuransi jiwa yang dimiliki.
Windy Riswantyo, Marketing & Alternate Channel Group Head Astra Life, mengimbau, “Dalam mengelola keuangan menyambut tahun ajaran baru, perhatikan juga pos-pos keuangan yang sudah ditentukan sebelumnya, lakukan evaluasi dan mapping terhadap kondisi keuangan, dan jangan lupa untuk mengevaluasi polis asuransi jiwa yang dimiliki agar lebih efektif.”
Sebagai orang tua dan pencari nafkah dalam keluarga, memiliki asuransi jiwa merupakan jaring pengaman yang penting. Jika pencari nafkah mengalami musibah seperti penyakit kritis atau meninggal dunia, yang mengakibatkan tidak dapat memperoleh penghasilan lagi, Uang Pertanggungan (UP) dari asuransi jiwa dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan anak hingga tamat kuliah.
Momen menyambut tahun ajaran baru menjadi alasan kuat untuk mengevaluasi keuangan dan polis asuransi. Berikut beberapa manfaat evaluasi polis bagi pemegang polis:
Menghindari polis lapse
Pemegang polis perlu memeriksa status polisnya agar tidak luput dan memeriksa tanggal pembayaran premi agar pembayaran tepat waktu dan tidak melewati tanggal batas pembayaran premi.
Bagi pemegang polis asuransi jiwa unit link, terdapat fasilitas cuti premi yang berguna untuk menghindari polis lapse.
Misalnya, jika pemegang polis membutuhkan dana untuk kebutuhan sekolah anak, dia dapat memilih cuti premi karena pengeluaran yang meningkat sehingga tidak memungkinkan untuk membayar premi.
Dengan fasilitas cuti premi, pemegang polis dapat berhenti sementara membayar premi dalam periode tertentu tanpa kehilangan manfaat asuransi.
Namun, fitur ini tidak dapat digunakan secara permanen karena nilai dana investasi akan tergerus dan akhirnya habis. Pemegang polis harus membayar premi atau menambah investasinya kembali agar polis tetap aktif.
Memiliki proteksi yang sesuai dengan kondisi terkini
Kebutuhan hidup setiap orang berbeda, termasuk aset penghasilan, kendaraan, kesehatan, dan dana pensiun.
Dalam menghitung pengeluaran tahunan, disarankan untuk memperhitungkan aspek inflasi yang akan terjadi beberapa puluh tahun ke depan.
Semakin banyak anggota keluarga, semakin besar pengeluaran operasional dan perlindungan yang diperlukan. Ketika menghadapi tahun ajaran baru, orang tua atau kepala keluarga perlu menghitung pos pengeluaran yang akan dikeluarkan.
Besaran UP juga sebaiknya mempertimbangkan pengeluaran tahunan keluarga dan disesuaikan dengan perhitungan inflasi. Produk asuransi yang dimiliki sebaiknya juga disesuaikan agar perlindungan optimal.
Pengurangan manfaat polis sesuai kebutuhan
Jika mengalami pengurangan pendapatan, perlu dilakukan evaluasi terhadap polis. Pembayaran premi mungkin terasa berat setelah mengalami kejadian tersebut.
Sebelum mengurangi manfaat polis, lakukan perhitungan pengeluaran bulanan dan tinjau risiko yang mungkin terjadi.
Selain itu, hitung kembali pengeluaran bulanan dengan mempertimbangkan premi yang lebih terjangkau, apakah perlindungan yang diperoleh sudah cukup.
Memahami syarat klaim
Pemegang polis dapat mempelajari kembali ketentuan dalam polis asuransi, termasuk syarat pengajuan klaim, manfaat yang dicakup oleh polis, dan pengecualian manfaat.
Hal ini dilakukan agar pengajuan klaim di masa depan menjadi lebih mudah. Dengan mempelajari kembali syarat klaim, pemegang polis dapat menyesuaikan kembali nilai perlindungan sesuai dengan kondisi keuangan terkini. (ret/hdl)










