Jakarta (pilar.id) – Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, bagi partai politik yang ingin memenangkan pemilihan presiden (pilpres) pada pemilu 2024 harus menguasai tiga daerah di Jawa. Ketiga daerah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Jawa Tengah, dan Jawa Timur ini pemilihnya masing-masing 16 persen, Jawa Barat 17 persen,” kata Hanta, di Jakarta, Kamis (15/12/2022).
Selain itu, Poltracking Indonesia juga merilis survey yang menunjukkan perbandingan daftar pemilih tetap (DPT) di Jawa dan luar Jawa. Hasilnya, 57,4 persen pemilih berada di pulau Jawa, sedangkan sisanya 42,6 persen berada di luar Jawa.
“Tiga Jawa sudah 50 persen, itu yang menyebabkan tidak meratanya jumlah pemilih di Indonesia,” kata dia.
Adapun sebarannya, DKI Jakarta menyumbang 4,1 persen suara, dan Banten 4,3 persen suara. Sementara itu, di pulau Sumatra total 20,4 persen suara, pulau Sulawesi 7,0 persen, Bali dan Nusa Tenggara 5,3 persen, Kalimantan 5,3 persen, dan Maluku serta Papua 3,3 persen.
“Hampir 60 persen pemilih yang ikut Pemilu berada di Pulau Jawa. Hal itu menjadikan Jawa sebagai daerah yang penting diukur peta
kekuatan politik elektoralnya,” kata dia.
Hanta lantas mencontohkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pilpres 2014 dan 2019 silam, ia menang di Jawa Tengah. Sementara Prabowo Subianto memiliki basis di Jawa Barat. “Tapi Jawa Timur kemudian di menangkan Pak Jokowi. Kemudian, Pak Jokowi lah pemenangnya,” sambung Hanta. (ach/din)

