Jakarta (pilar.id) – KH Syukron Makmun, seorang ulama kharismatik yang dihormati, mengemukakan pandangannya tentang peran penting pemilihan umum (pemilu) dalam konteks Konstitusi yang mengamanatkannya, termasuk pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) yang diadakan setiap lima tahun.
Menurut Kiai Syukron, pemilu, pilpres, dan pileg adalah momen penting bagi masyarakat untuk memilih para calon pemimpin, khususnya calon presiden dan wakil presiden yang akan membawa amanat rakyat.
Oleh karena itu, dia menekankan bahwa pemilu seharusnya menjadi alat untuk mewujudkan perubahan. Perubahan yang mengarah ke perbaikan, perubahan demi kebaikan Indonesia, perubahan menuju kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
“Jika tidak ada perubahan, mungkin kita perlu merenung apakah pemilu perlu diadakan,” kata kiai terkemuka yang lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941, dalam pernyataannya pada Senin (16/10/2023).
Dengan itu, ulama kharismatik ini mendorong masyarakat untuk berpikir dengan bijak dalam memilih para pemimpin mereka. “Wahai rakyat Indonesia, bersihkan pikiranmu!”
KH Syukron Makmun, yang sering dijuluki “Singa Podium” karena kepiawaiannya dalam menyampaikan dakwah dan ajaran agama Islam kepada masyarakat, telah lama dikenal sebagai sosok yang mendalami nilai-nilai agama sejak usia muda. Beliau juga menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman.
Pemilu serentak (Pilpres, Pileg, dan DPD) dijadwalkan akan digelar pada 14 Februari 2024. Salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mungkin akan mendaftar pada tanggal 19 Oktober 2023 adalah Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. Pasangan Anies – Gus Imin (AMIN) didukung oleh aliansi tiga partai politik, yaitu NasDem, PKB, dan PKS, yang tergabung dalam Koalisi Perubahan. Koalisi ini bertujuan untuk membawa perubahan positif demi kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan Indonesia yang lebih baik. (rio/ted)










