Surabaya (pilar.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) meraih penghargaan prestisius sebagai salah satu Kampus Berkelanjutan terbaik di Indonesia menurut UI Green Metric World University Ranking.
UNAIR berhasil menduduki peringkat kedelapan dalam The 2023 8th Most Sustainable University in Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Dr. Karnaji SSos MSi, Direktur Logistik, Keamanan, Ketertiban, dan Lingkungan UNAIR, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi tersebut.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap dedikasi UNAIR dalam pengelolaan lingkungan. Pada tahun 2022, kami berada di peringkat sepuluh nasional, dan pada tahun 2023, kami berhasil naik peringkat menjadi yang kedelapan,” ujarnya.
UI Green Metric menggunakan enam indikator dalam penilaiannya, termasuk setting and infrastructure, energy and climate change, water, waste, transportation, dan education. Karnaji menjelaskan bahwa UNAIR fokus pada keenam indikator tersebut untuk mendukung inisiatif kampus berkelanjutan.
“UNAIR memiliki infrastruktur dan bangunan berstandar green building. Pengelolaan air dan listrik kami dinilai baik dengan sumber alternatif, termasuk penggunaan kincir angin,” tambahnya.
UNAIR telah melaksanakan berbagai inovasi dan perubahan masif, seperti pemusatan area parkir, pembatasan kendaraan di dalam kampus, pembangunan pipa terpadu, pemanfaatan air hujan, dan pengelolaan sampah. Universitas ini juga mendukung gerakan bebas emisi dengan menyediakan fasilitas mobil buggy listrik gratis untuk mobilitas di dalam kampus.
Karnaji menekankan pentingnya peran sivitas akademika dalam mendukung gerakan berkelanjutan. “Dengan gerakan ini, kita akan menciptakan lingkungan yang lebih progresif, memberikan manfaat untuk edukasi dan kesehatan semua orang,” katanya.
Meskipun menyadari bahwa pembiasaan akan sulit di awal, Karnaji menekankan bahwa dampak positifnya akan signifikan. Edukasi terus diperlukan untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya keberlanjutan. Selain itu, kesadaran dan tanggung jawab terhadap fasilitas umum juga harus ditanamkan dalam diri setiap individu.
“Menjaga fasilitas umum agar tetap berfungsi dengan baik merupakan tanggung jawab bersama. Jika ada air atau listrik yang tidak digunakan, kita harus memiliki inisiatif untuk mematikannya, walaupun itu fasilitas umum,” pesannya. (ipl/hdl)










