Lumajang (pilar.id) – Banjir lahar Semeru dan tanah longsor di wilayah selatan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur telah mengakibatkan sebagian warga terdampak harus mengungsi. Namun, kondisi wilayah tersebut mulai membaik, sehingga beberapa warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Nugraha Yudha M, menjelaskan bahwa alasan utama masyarakat untuk kembali ke rumah mereka adalah karena kondisi wilayah yang sudah berangsur membaik setelah terkena banjir lahar dingin Semeru.
Dalam proses kepulangan tersebut, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lumajang memberikan bantuan dan fasilitas.
“Hari ini, kita bantu warga yang akan pulang ke rumahnya masing-masing. Kita menggunakan satu armada elf dan dua armada dari Satpol Pol PP, termasuk satu truk dan satu mobil patroli, serta satu truk milik bagian umum,” jelas Yudha.
Ia juga menambahkan bahwa proses pemulangan warga dilakukan secara bertahap. Saat ini, sebagian pengungsi masih berada di posko pengungsian di Balai Desa Jarit dan Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro. Mayoritas pengungsi berasal dari Desa Jugosari dan Sumber Kajar.
Sementara itu, di Desa Nguter, banyak pengungsi yang telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka.
Di sisi lain, Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Lumajang masih melakukan pendataan untuk mengidentifikasi jumlah pengungsi yang masih bertahan di posko pengungsian. (ret/hdl)



