Madrid (pilar.id) – Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menemukan solusi tak terduga untuk kebutuhan lini tengah timnya. Alih-alih mendatangkan pemain baru, Alonso memilih memaksimalkan potensi David Alaba dengan mengubah perannya menjadi gelandang bertahan.
Pemain asal Austria berusia 33 tahun itu sebelumnya lebih sering dimainkan sebagai bek tengah atau bek kiri.
Namun, cedera yang kerap membatasi kontribusinya serta persaingan ketat di lini belakang membuat Alaba terpinggirkan. Alonso kemudian mencoba memanfaatkan versatilitas sang pemain di posisi gelandang saat pramusim.
Eksperimen Berbuah Solusi
Keputusan ini awalnya hanya sekadar eksperimen, tetapi kini bertransformasi menjadi opsi nyata.
Real Madrid membutuhkan alternatif untuk memberi waktu istirahat bagi Aurélien Tchouaméni, mengingat Toni Kroos dan Luka Modric tak lagi mampu menanggung beban fisik intens.
Sementara Eduardo Camavinga dan Federico Valverde lebih berperan sebagai gelandang box-to-box.
Dalam skema Alonso, Alaba berperan sebagai pengatur tempo dari lini belakang dengan kemampuan distribusi bola, visi permainan, dan ketenangan di laga berintensitas tinggi. Perubahan posisi ini bukan hal baru bagi Alaba, mengingat saat masih berseragam Bayern Munich ia juga pernah ditempatkan sebagai bek kiri maupun gelandang.
Dukungan dari Ruang Ganti
Kehadiran Alaba di lini tengah disambut positif oleh rekan setim. Pengalaman, kepemimpinan, serta tekniknya dianggap mampu menambah keseimbangan permainan Madrid.
Alonso pun bukan hanya membuat keputusan taktis, tetapi juga memberikan suntikan motivasi baru bagi seorang pemain senior yang sempat dianggap surplus.
Kontrak David Alaba bersama Real Madrid akan berakhir pada 30 Juni 2026. Musim ini bisa menjadi momen terakhirnya di Santiago Bernabéu. Alih-alih mengakhiri kariernya di klub dengan peran kecil, ia kini berpeluang menutup masa baktinya dengan kontribusi signifikan.
Jika eksperimen Alonso ini berhasil di laga resmi, langkah tersebut bukan hanya akan dipandang sebagai strategi alternatif, melainkan juga sebagai keputusan jenius yang menyelamatkan karier seorang pemain sekaligus memberi solusi penting bagi Los Blancos. (usm/hdl)










