Jakarta (pilar.id) – Platform video milik Alphabet, YouTube, mengonfirmasi bahwa mereka telah berhasil mengatasi gangguan teknis yang sebelumnya memengaruhi layanan streaming video mereka di berbagai negara.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun resmi mereka di platform media sosial X (dulu Twitter), YouTube menyatakan bahwa pengguna kini sudah dapat memutar video secara normal di seluruh layanan, termasuk YouTube, YouTube Music, dan YouTube TV. Namun, pihak YouTube tidak merinci penyebab utama dari gangguan tersebut.
“Masalah telah diselesaikan dan layanan kembali berjalan normal. Terima kasih atas kesabaran Anda,” tulis pihak YouTube dalam unggahan tersebut.
Menurut data dari Downdetector, sebuah situs pelacak gangguan layanan daring, jumlah laporan tertinggi berasal dari Amerika Serikat dengan 366.172 pengguna melaporkan masalah saat gangguan terjadi pada puncaknya. Selain itu, laporan gangguan juga datang dari sejumlah negara lain seperti Inggris, Kanada, dan Australia.
Downdetector mencatat gangguan berdasarkan laporan yang dikirimkan langsung oleh pengguna, sehingga jumlah pengguna yang terdampak secara riil bisa lebih tinggi dari angka yang tercatat.
Gangguan yang terjadi membuat pengguna tidak dapat memutar video, baik di aplikasi utama YouTube maupun layanan turunannya seperti YouTube Music dan YouTube TV. Beberapa pengguna juga melaporkan bahwa aplikasi mengalami lag atau tidak bisa diakses sama sekali.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa bahkan platform digital raksasa sekalipun tidak kebal terhadap masalah teknis. Meski demikian, respons cepat dari tim teknis YouTube berhasil memulihkan layanan dalam waktu relatif singkat.
Pihak YouTube belum memberikan keterangan lanjutan apakah gangguan ini disebabkan oleh masalah sistem internal, serangan siber, atau pemeliharaan jaringan.
Pengguna disarankan untuk memperbarui aplikasi mereka ke versi terbaru dan melakukan cache clear bila masih mengalami kendala. Untuk perkembangan lebih lanjut, pantau akun resmi YouTube di media sosial atau situs web resmi mereka. (ret/hdl)










