Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Kesehatan»Saat Anak punya Masalah Makan, Ini yang Wajib Diperhatikan

Saat Anak punya Masalah Makan, Ini yang Wajib Diperhatikan

Kesehatan Moh. Usman9 Agustus 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Prof. dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), Ph.D, Pakar Gastrohepatologi
Prof. dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), Ph.D, Pakar Gastrohepatologi

Surabaya (pilar.id) – Salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak adalah memastikan kebutuhan gizi terpenuhi serta memberikan rangsangan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Namun, terkadang orang tua dihadapkan pada masalah makan pada anak, yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai adalah penolakan makan berkepanjangan, waktu makan yang berlarut-larut, stres saat makan, distraksi saat makan, ketidakmampuan dalam makan mandiri, pemberian ASI yang berlanjut terlalu lama, makanan malam yang berlebihan, dan kesulitan dalam beradaptasi dengan tekstur makanan yang berbeda.

Masalah ini ternyata umum terjadi di Indonesia dan negara-negara lain, mengakibatkan keprihatinan karena kurangnya asupan gizi yang diperlukan selama masa pertumbuhan anak.

Masalah makan pada anak bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, perilaku atau aspek psikologis, dan gangguan organik, seperti masalah pada saluran pencernaan.

Dalam perspektif gastrohepatologi, kesulitan makan anak dapat disebabkan oleh gangguan pencernaan yang mempengaruhi nafsu makan dan kebiasaan makan harian.

Beberapa gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat makan dan membuat anak enggan makan meliputi diare, muntah, sakit perut, demam, penyakit refluks gastroesofagus (GERD), intoleransi laktosa, dan gangguan gastrointestinal lainnya.

Selain mengganggu nafsu makan, gangguan-gangguan tersebut juga dapat menciptakan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi anak, yang pada akhirnya dapat menciptakan kecenderungan anak untuk menghindari makan.

Prof. dr. Badriul Hegar, Sp.A(K), Ph.D, seorang Pakar Gastrohepatologi, menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap masalah makan anak karena dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan.

“Kurangnya konsumsi gizi yang optimal dapat mengganggu perkembangan anak, termasuk pengaruhnya pada aspek emosional. Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan masalah ini bervariasi, seperti kesulitan makan, pilih-pilih makanan, dan lain-lain,” ungkap Prof. Hegar.

Tingkat kesulitan makan anak sangat bervariasi tergantung pada istilah yang digunakan dan usia anak, dengan perkiraan antara 20 hingga 70 persen pada anak di bawah usia 5 tahun.

Baca Juga  4 Bahaya Tidur usai Sahur, Daftar Penyakit Ini Mengintai Tubuhmu, Sebaiknya jangan Coba-coba

Meskipun sebagian besar disebabkan oleh faktor non-organik, dokter dan orang tua perlu mempertimbangkan adanya tanda-tanda penyakit organik pada 20-30 persen anak dengan masalah makan.

Beberapa kelainan organik yang dapat menyebabkan masalah makan pada anak meliputi gangguan pada saluran pencernaan seperti penyakit refluks gastroesofagus (PRGE), kolik pada bayi, dan infeksi saluran pencernaan.

Alergi makanan, terutama terhadap protein susu sapi atau bahan makanan lain seperti gluten pada penyakit seliak, juga dapat menjadi faktor penyebab. Gangguan perkembangan motorik dan sensorik juga dapat mempengaruhi nafsu makan anak, kesulitan mengunyah, dan menelan makanan.

“Disarankan untuk secara berkala mengevaluasi kemungkinan adanya kelainan organik pada anak yang tidak merespons tata laksana yang diberikan, setidaknya setiap 3 bulan,” jelas Prof. Hegar.

Ia menambahkan, beberapa kelainan organik yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan anak mengembangkan pola makan yang negatif dan menghindari makanan, meskipun kelainan organiknya telah diatasi

Vera Itabiliana S. Psi, Psikolog Anak di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, menyoroti faktor psikologis yang juga dapat memengaruhi kebiasaan makan anak.

“Praktik makan orang tua, kebiasaan orang tua yang memiliki masalah makan, atau penggunaan makanan sebagai hadiah atau hukuman dapat memengaruhi kebiasaan makan anak,” kata Vera Itabiliana.

Keterbatasan variasi dalam menu makanan, kata Vera, juga dapat menyebabkan anak mengalami masalah makan. Penting untuk mengenalkan berbagai rasa dan tekstur makanan sejak dini untuk mengembangkan penerimaan anak terhadap makanan

Vera juga menambahkan bahwa pengalaman negatif dengan makanan tertentu dapat membuat anak enggan mencoba makanan tersebut lagi.

Baca Juga  Makanan yang Baik untuk Penderita GERD, Apa Saja?

Faktor emosional seperti stres, perubahan rutinitas, atau kecemasan juga dapat mempengaruhi nafsu makan dan keberanian anak mencoba makanan baru, yang pada akhirnya dapat memicu masalah makan.

Masalah makan pada anak memiliki dampak yang luas pada tumbuh kembang anak. Anak yang mengalami masalah makan berisiko mengalami malnutrisi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mengurangi sistem imun tubuh.

Ini membuat anak lebih rentan terhadap infeksi dan dapat menghambat pertumbuhan otak yang optimal, sehingga berdampak pada kemampuan kognitif dan perkembangan anak.

dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, seorang Dokter Tumbuh Kembang Anak di RSCM, menyarankan agar orang tua memperhatikan pola makan anak untuk mencegah risiko malnutrisi.

“Anak dapat mengalami malnutrisi ringan hingga masalah makan yang ekstrem, yang mengakibatkan defisiensi gizi yang signifikan,” tegas Bernie.

Defisiensi ini, lanjut dia, akan memengaruhi pertumbuhan fisik, fungsi otak, dan respons imun anak. Konsultasi dengan dokter segera diperlukan dalam situasi ini untuk menentukan prioritas penanganan yang tepat.

Dampak malnutrisi dapat melibatkan defisiensi berbagai mineral, vitamin, dan protein yang mengurangi daya tahan tubuh dan sistem imun anak.

Malnutrisi juga dapat memperlambat proses penyembuhan penyakit dan menurunkan kemampuan berpikir anak. Pertumbuhan otak yang optimal memerlukan nutrisi yang tepat, bersamaan dengan rangsangan yang sesuai.

“Anak-anak dengan masalah makan dapat mengalami pertumbuhan yang lambat atau terhambat karena kurangnya nutrisi yang diperlukan,” kata Bernie lagi.

Selain itu, katanya, faktor-faktor psikologis dan lingkungan juga dapat mempengaruhi kebiasaan makan anak.

“Orang tua memiliki peran penting dalam menjaga pola makan anak dan segera berkonsultasi dengan dokter jika masalah makan berlanjut, untuk mencegah risiko malnutrisi dan gangguan pertumbuhan,” tutup dr. Bernie. (usm/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

ASI GERD

Berita Lainnya

SKM bukan Pengganti ASI, Ahli Gizi: Picu Risiko Diabetes dan Stunting pada Anak!

4 Agustus 2023

AIMI: Ukuran Payudara Tak Pengaruhi Jumlah Produksi ASI

29 September 2022

Moms Tak Perlu Panik, Lebih dari 80 persen Ibu Menyusui Pernah Alami Krisis Laktasi

7 Januari 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.