Jakarta (pilar.id) – Monash University merayakan momen bersejarah dengan menggelar wisuda pertama di Indonesia. Acara tersebut diadakan di Hotel Fairmont, Jakarta, dan dihadiri oleh para wisudawan, keluarga mereka, pejabat pemerintah, perwakilan industri, serta para tamu VIP.
Acara ini juga disertai oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Penny Williams, dan Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang merupakan alumni Monash University.
Universitas ini juga memperoleh kehormatan dengan kehadiran Profesor Margaret Gardner AC, Presiden dan Rektor Monash University, yang menjadikan acara wisuda ini sebagai penutup kunjungan resmi terakhirnya sebagai Rektor sebelum mengambil peran baru sebagai Gubernur Negara Bagian Victoria.
“Hari ini, kami merayakan tonggak bersejarah dalam perjalanan 62 tahun Monash University. Kami bangga melihat pencapaian lulusan pertama di kampus kami di Indonesia, dan acara ini menjadi puncak dari dedikasi dan bakat individu-individu yang telah berusaha keras dalam pendidikan mereka,” ungkap Profesor Margaret Gardner.
Dalam upacara tersebut, Profesor Andrew MacIntyre, Pro Vice-Chancellor dan Presiden Monash University, Indonesia, menggarisbawahi peran strategis para lulusan dalam berkontribusi pada perekonomian negara.
“Para lulusan kami berada dalam posisi yang strategis untuk menciptakan dampak positif dalam sektor swasta maupun publik, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan teknologi di Indonesia,” katanya.
Acara ini juga menjadi momen penting dalam merayakan kesuksesan Monash University, Indonesia yang telah berkembang pesat sejak didirikan pada akhir tahun 2020. Profesor Gardner menekankan bahwa universitas ini telah menjalin kolaborasi yang kuat dengan rekan industri, universitas dalam negeri, dan pemerintah, sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.
Selain itu, acara wisuda ini juga sejalan dengan rekomendasi kebijakan dari The Future of Work & Education Task Force (FOWE TF), yang bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
Tantia Dian Permata Indah, Chief Operations Officer, Monash University, Indonesia, menyatakan, “Monash University, Indonesia optimis dapat mencetak lulusan yang memiliki keterampilan sesuai dengan produktivitas dunia kerja, serta terlibat aktif dalam pembangunan bangsa. Kami berkomitmen untuk memastikan kelahiran individu-individu berpengetahuan luas yang mampu menghadapi tantangan masa depan.”
Tahun ini juga menjadi peringatan 70 tahun pemberian beasiswa Australia bagi pelajar Indonesia. Dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Australia, Hon Anthony Albanese, kedua negara sepakat untuk memajukan pendidikan dan kolaborasi lintas sektor. Perdana Menteri Albanese mengumumkan Australia Awards Indonesia Nusantara Scholarship yang akan ditawarkan bagi calon pemimpin Indonesia yang ingin berkontribusi pada perkembangan ibu kota baru, Nusantara.
Monash University, Indonesia, juga telah merencanakan acara kelulusan untuk para mahasiswa angkatan perdana dari program Magister Public Policy and Management serta Urban Design pada tahun 2024. Universitas ini juga akan memperkenalkan program-program baru menarik lainnya untuk masa depan yang lebih cerah. (mad/hdl)







